“Yang terpenting adalah memastikan kondisi tanahnya pulih terlebih dahulu. Setelah itu baru kita bicara soal produksi,” ucap Guntur.
Ia menambahkan bahwa mayoritas lahan bekas tambang mengalami kerusakan berat, sehingga intervensi teknis sangat diperlukan agar tanah kembali subur dan mampu mendukung pertanian.
Jika analisis menunjukkan tanah terlalu asam atau kekurangan nutrisi, rehabilitasi menjadi langkah wajib.
Penambahan pupuk organik, seperti kompos, dapat memperbaiki struktur tanah sekaligus meningkatkan kapasitasnya dalam menyimpan nutrisi penting bagi tanaman.
Selain pemulihan tanah, Guntur juga menekankan pentingnya penerapan teknologi pertanian modern.
Penggunaan alat mekanis, sistem pengolahan lahan yang efisien, dan metode budidaya presisi diyakini dapat mempercepat proses konversi lahan sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian.
“Dengan teknologi yang tepat, proses pemulihan lahan bisa berlangsung lebih cepat dan efisien,” terangnya.
Ia menyimpulkan bahwa jika pendekatan teknis matang dan pemulihan ekologis dilakukan secara menyeluruh, lahan bekas tambang tidak hanya bisa dimanfaatkan kembali, tetapi juga berpotensi menjadi sumber produksi pertanian berkelanjutan bagi Kalimantan Timur. (adv)
Tag



