Advertorial

DPRD Kaltim

Pemulihan Tanah Jadi Kunci Konversi Lahan Bekas Tambang di Kaltim

Pemulihan Lahan Bekas Tambang

Rabu, 3 Desember 2025 20:18

PEMULIHAN LAHAN - Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Guntur/ Foto: HO

Rencana mengubah lahan bekas tambang menjadi persawahan kembali menjadi topik pembahasan penting di Kalimantan Timur. 

Pemerintah provinsi mendukung inisiatif ini, namun sejumlah kendala teknis di lapangan membuat pelaksanaannya tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. 

Pengelolaan lahan pascatambang membutuhkan pendekatan yang sistematis agar dapat menghasilkan manfaat pertanian yang optimal.

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Guntur, menekankan bahwa keberhasilan proyek ini bergantung pada fondasi yang kuat sejak awal. 

Menurutnya, proses pemulihan kondisi tanah harus menjadi langkah pertama sebelum kegiatan penanaman dimulai. 

Tanpa pemulihan yang tepat, lahan tidak akan mampu mendukung pertumbuhan tanaman, bahkan untuk jenis tanaman yang relatif adaptif sekalipun.

Tahapan penting yang harus dilakukan adalah pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi tanah.

Analisis pH dan kandungan unsur hara menjadi indikator utama untuk menentukan apakah lahan siap digunakan atau perlu menjalani proses perbaikan lebih panjang.

“Yang terpenting adalah memastikan kondisi tanahnya pulih terlebih dahulu. Setelah itu baru kita bicara soal produksi,” ucap Guntur. 

Ia menambahkan bahwa mayoritas lahan bekas tambang mengalami kerusakan berat, sehingga intervensi teknis sangat diperlukan agar tanah kembali subur dan mampu mendukung pertanian.

Jika analisis menunjukkan tanah terlalu asam atau kekurangan nutrisi, rehabilitasi menjadi langkah wajib. 

Penambahan pupuk organik, seperti kompos, dapat memperbaiki struktur tanah sekaligus meningkatkan kapasitasnya dalam menyimpan nutrisi penting bagi tanaman.

Selain pemulihan tanah, Guntur juga menekankan pentingnya penerapan teknologi pertanian modern. 

Penggunaan alat mekanis, sistem pengolahan lahan yang efisien, dan metode budidaya presisi diyakini dapat mempercepat proses konversi lahan sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian.

“Dengan teknologi yang tepat, proses pemulihan lahan bisa berlangsung lebih cepat dan efisien,” terangnya. 

Ia menyimpulkan bahwa jika pendekatan teknis matang dan pemulihan ekologis dilakukan secara menyeluruh, lahan bekas tambang tidak hanya bisa dimanfaatkan kembali, tetapi juga berpotensi menjadi sumber produksi pertanian berkelanjutan bagi Kalimantan Timur. (adv)

Tag

MORE