ARUSBAWAH.CO - Pemerintah Kota Samarinda melanjutkan pembangunan kawasan Pasar Pagi sebagai satu kesatuan wilayah terpadu yang menghubungkan pusat perdagangan, ruang publik, dan kawasan religi di sekitarnya.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mengatakan pembangunan dilakukan secara bertahap setiap tahun menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.
“Pembangunan memang kami lakukan bertahap karena keterbatasan anggaran, tapi setiap tahun selalu ada satu sampai dua pekerjaan yang kami kerjakan,” ujarnya.
Menurutnya, pada tahun ini fokus utama pembangunan berada pada koridor penghubung dari Pasar Pagi menuju Masjid Raya Darussalam sebagai bagian dari konsep pengembangan satu kawasan terintegrasi.
“Koridor dari Pasar Pagi ke Masjid Raya Darussalam itu yang kami bangun tahun ini. Karena yang mau kami kembangkan bukan satu dua bangunan, tapi satu kawasan yang saling terhubung,” ujar Andi Harun.
Jalur penghubung tersebut dirancang sebagai akses tembus yang mengaitkan area bangunan baru pasar dengan ruas Jalan Mas Temenggung.
Selain memperkuat konektivitas kawasan perdagangan, akses ini juga diharapkan memudahkan mobilitas warga yang hendak menuju Masjid Raya Darussalam dari pusat aktivitas pasar.
Selain itu, Pemkot juga tengah menyelesaikan Teras Samarinda tahap dua yang berada tidak jauh dari area tersebut.
“Tahun depan kami akan masuk lagi ke segmen baru di kawasan Citra Niaga. Nanti drainase di sekeliling masjid juga akan kami tutup. Jadi yang kami bangun bukan hanya satu dua bangunan, tapi keseluruhan kawasan,” jelasnya.
Ia menargetkan seluruh konektivitas kawasan Pasar Pagi hingga Citra Niaga dapat tersambung secara menyeluruh paling lambat pada 2029.
Dengan konsep kawasan terpadu, diharapkan aktivitas ekonomi, wisata kota, serta ruang publik dapat saling terhubung dan lebih tertata.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida) Kota Samarinda, Ananta Fathurrozi, menyebut pembenahan drainase menjadi fokus awal sebelum penataan fisik lanjutan dilakukan di kawasan Pasar Pagi.
“Drainase dulu yang penting supaya tidak ada kebanjiran,” ujarnya.
Ia juga menyinggung rencana penataan lanjutan di koridor Jalan Mas Tumenggung atau area sekitar Masjid Raya Darussalam yang selama ini dinilai belum tersentuh pembangunan secara maksimal.
“Karena daerah sini kan belum terjamah, jadi rencananya mau dibenahi,” katanya.
Meski demikian, Ananta menegaskan seluruh rencana pembangunan tetap akan disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah serta skala prioritas yang ditetapkan pemerintah.
“Lihat dulu nanti mana yang diprioritaskan,” pungkasnya.
(raf)
- SPPG Polresta Samarinda Resmi Diluncurkan, Propam hingga Sidokkes Dilibatkan
- Mahkamah Agung Paksa PUPR, Wajib Buka Dokumen Bendungan Sepaku Semoi & Intake Sepaku
- Skema Tarif Progresif dan Penghapusan Abonemen, Penjelasan Perumdam Samarinda
- LBH soal Perwali 88/2025: Kalau Kami Tak Paham, Buat Apa Kami Bikin Rilis?




