Menurut Saefuddin, Ferry Juliantono memberikan apresiasi tinggi terhadap koperasi tersebut dan menyarankan pengembangan unit usaha tambahan seperti apotek dan layanan publik lainnya.
"Ini menjadi motivasi kuat bagi kami untuk terus mendorong pertumbuhan koperasi sebagai kekuatan ekonomi rakyat," ujarnya.
Saefuddin menambahkan, keberadaan koperasi ini punya peran penting dalam memperkuat ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah yang selama ini belum tersentuh aktivitas koperasi yang aktif dan produktif.
“Yang penting, koperasi ini bukan sekadar formalitas. Harapannya masyarakat bisa benar-benar merasakan manfaatnya. Dikelola secara profesional, koperasi bisa menjadi motor penggerak ekonomi dari bawah,” katanya.
Program Koperasi Merah Putih merupakan bagian dari inisiatif nasional yang menargetkan pembentukan 80.000 koperasi di seluruh Indonesia. Pemerintah pusat pun berkomitmen memberi dukungan, mulai dari fasilitas hingga peralatan, terutama untuk koperasi yang bergerak di sektor kesehatan.
“Seperti disampaikan Pak Wamen, nantinya koperasi juga bisa mengelola unit kesehatan dan menyediakan fasilitas maupun alat kesehatan. Ini membuka peluang baru bagi pelayanan publik yang berbasis ekonomi kerakyatan,” pungkas Saefuddin. (adv)
Tag



