“Kalau UMSK tidak dipenuhi perusahaan, pemerintah pasti membela buruh,” tegasnya.
Meski begitu, ia menambahkan tidak semua tuntutan buruh dapat langsung dipenuhi tanpa kajian mendalam.
DPRD Kukar Klaim Siap Jadi Garda Terdepan
Dari sisi legislatif, Anggota DPRD Kukar Desman Minang Endianto menegaskan komitmennya untuk membela kepentingan pekerja.
“Apapun yang dialami pekerja, DPRD akan menjadi garda terdepan,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar DPRD, khususnya Komisi I, dilibatkan lebih aktif dalam pengawasan implementasi UMK dan UMSK.
Menurutnya, sinergi antara eksekutif dan legislatif menjadi kunci penyelesaian persoalan.
“Hubungan eksekutif dan legislatif harus selaras, seperti suami istri, agar persoalan publik bisa ditangani dengan baik,” pungkasnya. (pra)
Artikel ini terbit pertama kali di Niaga Asia dengan judul: 'Eksekutif–Legislatif Diminta Kompak Tangani Kisruh Upah di Kukar'
- 'Saya Tidak Bersalah' — Donna Menangis dan kaget Usai Dituntut KPK 6 Tahun 10 Bulan - Uang Pengganti Rp3,5 Miliar
- Zulkifli Hasan: “Kita Turun dari Nomor Lima ke Tujuh, Tak Perlu Khawatir, Target Pemilu Jadi Empat Besar”
- Soal 26 Ribu Hektare Konsesi Eks KPC Bakal Dikelola PT BUMNU, General Menager: Intinya Potensinya Ada
Tag




