Praktik filicide ini juga kerap digunakan untuk membatasi kelahiran anak perempuan.
Meskipun demikian, filicide berupa pembunuhan terhadap anak perempuan yang tidak diinginkan masih ditemukan di sejumlah negara berkembang hingga kini.
- Terungkap Sisi Lain Kehidupan WH, Ayah yang Habisi Dua Anak Kandung: Dari Sakit, Istri Minta Cerai, hingga Coba Bunuh Diri
- Pria 21 Tahun Ditemukan Tewas Tenggelam di Lubang Bekas Tambang di Kukar, Jatam Kaltim: Ini Berulang
- Menteri ESDM Baru Tahu Adanya Tambang Ilegal di IKN dari Media, Bahlil Lahadalia: Itu Kan Enggak Ada Izinnya
Jenis-Jenis Filicide
Filicide diketahui memiliki empat jenis atau kategori, yakni sebagai berikut:
1. Filicide Patologis
Filicide patologis ialah ketika tindakan pembunuhan dipengaruhi secara dominan oleh gangguan psikologis berat pada pelaku.
Jenis filicide patologis ini mencakup beberapa subkategori, yakni filicide altruistik, filicide dalam konteks bunuh diri yang berkepanjangan, dan filicide akibat psikotik.
Psikotik adalah gangguan jiwa yang ditandai dengan ketidakmampuan seseorang untuk membedakan mana yang nyata dan tidak nyata.
Pada filicide altruistik, pelaku termotivasi oleh keinginan untuk "menyelamatkan" anak dari penderitaan, baik yang nyata maupun yang hanya ada dalam pikiran mereka.
Dalam bunuh diri berkepanjangan, anak dianggap sebagai perpanjangan dari diri pelaku dan ikut dibawa dalam tindakan mengakhiri hidup.
Sedangkan, filicide psikotik terjadi karena pelaku mengalami gangguan psikotik yang memengaruhi persepsinya terhadap realitas.
2. Filicide Kecelakaan
Kategori kedua dari filicide ini melibatkan kasus kematian anak yang tidak disengaja, meskipun sering kali terjadi akibat kekerasan berat.
Tag



