Yenni menegaskan bahwa kreativitas dan responsifitas pemerintah daerah menjadi kunci agar kelompok rentan dan wilayah tertinggal tetap memperoleh perhatian memadai.
Selain dampak langsung, kondisi ini juga menjadi momentum penting untuk meninjau ketergantungan daerah pada transfer pusat.
Yenni optimistis bahwa kerja sama DPRD dengan pemerintahan baru dapat menghadirkan kebijakan yang adaptif dan tetap memprioritaskan kepentingan masyarakat.
Optimalisasi pendapatan lokal dan efisiensi belanja dianggap sebagai strategi utama menuju kemandirian fiskal jangka panjang, sehingga tekanan anggaran di masa depan dapat lebih terkendali.
DPRD menekankan harapannya agar Pemprov Kaltim tidak sekadar bersikap reaktif terhadap pemangkasan dana, melainkan mampu merumuskan arah kebijakan baru yang tetap melindungi masyarakat sebagai pihak paling terdampak.
Memperkuat komunikasi politik antara pemerintah daerah dan pusat diyakini esensial untuk mencegah pemangkasan dana publik secara ekstrem di masa mendatang.
Langkah-langkah ini diyakini mampu menjaga stabilitas fiskal daerah, mempertahankan keberlanjutan layanan publik, dan menjamin kesejahteraan masyarakat tetap terjaga meski tekanan anggaran meningkat secara signifikan. (adv)
Tag



