Ia menambahkan, Pemprov Kaltim kini masih menunggu pengesahan APBD Perubahan 2025 yang ditargetkan keluar awal pekan depan.
Setelah itu, fokus langsung diarahkan ke penyusunan ulang APBD Murni 2026.
“Tahun depan nanti kita lihat berapa APBD kita. Untuk APBD Murni 2026 sementara akan kita susun ulang kembali karena TKD kita dipotong 73 persen,” tegasnya.
DPRD dan Pemprov Kaltim Akan Bahas Ulang Struktur APBD 2026
Sementara itu, Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji memastikan pembahasan ulang APBD 2026 bersama DPRD Kaltim pasti dilakukan minggu ini.
“Oh iya, pasti dalam minggu ini kita bahas,” ujarnya singkat.
Seno menegaskan, semua pemerintah kabupaten dan kota telah menyampaikan laporan resmi ke provinsi terkait pemangkasan TKD tersebut.
Koordinasi telah dilakukan melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) masing-masing.
“Semuanya sudah melaporkan. Kita bersama-sama TAPD kabupaten/kota dan TAPD provinsi membicarakan hal itu,” ujar Seno.
Namun, Seno mengakui pembahasan belum tuntas karena masih di tingkat teknis.
Ia berharap pertemuan langsung dengan para bupati dan wali kota segera dilakukan dalam waktu dekat.
“Mudah-mudahan kita segera bertemu dengan Bupati dan Wali Kota untuk bicara bersama, apalagi kabupaten Penajam Paser Utara yang saat ini benar-benar kesulitan keuangannya,” ungkapnya.




