Advertorial

DPRD Samarinda

Pelaporan Jadi Hal yang Disorot Dewan soal Kekerasan Terhadap Anak di Samarinda

Selasa, 24 Juni 2025 17:48

WAWANCARA - Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti/ Arubawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Kasus kekerasan terhadap anak di Kota Samarinda terus menunjukkan tren yang mengkhawatirkan.

Berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA), tercatat sebanyak 189 kasus sepanjang tahun 2023 dengan 230 anak menjadi korban, di mana kekerasan seksual mendominasi dengan jumlah 73 korban anak.

Tren serupa berlanjut pada tahun 2024, meski jumlah kasus menurun menjadi 150, jumlah korban kekerasan seksual justru meningkat drastis menjadi 90 anak.

Sementara itu, hingga Mei 2025, sudah terdapat 87 kasus kekerasan anak dengan 102 anak terdampak, dan kekerasan seksual terhadap anak perempuan tetap menjadi kasus terbanyak, disusul kekerasan fisik dan psikis.

Melihat situasi tersebut, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, menegaskan bahwa upaya perlindungan anak tidak cukup hanya mengandalkan lembaga formal. Ia menekankan pentingnya keberanian masyarakat untuk melaporkan setiap kejadian.

“Memang tidak mungkin kita mengawasi semuanya, tapi mengungkap kasus itu sendiri sudah sebuah pencapaian. Jangan sampai disimpan dan akhirnya tidak ditangani,” ujarnya, Senin (24/6/2025).

Sri Puji mengingatkan bahwa peran orang tua sangat krusial, terutama dalam menjaga keamanan anak di lingkungan sekolah, yang seharusnya menjadi ruang aman.

Tag

MORE