Ukuran lapak bervariasi mulai 1,2 × 2 m hingga 4 × 8 m, dengan retribusi Rp4.000 per hari tanpa sewa.
Bagi pedagang seperti Nurul, pembangunan ini bukan hanya soal fasilitas, tapi juga harapan dan masa depan usaha mereka.
“Kami ingin tempat jualan nyaman, tertata, dan bisa memberikan penghasilan tetap,” ujarnya.
Dengan pengelolaan yang adil dan fasilitas modern, Pemkot Samarinda berharap Pasar Pagi baru menjadi ruang usaha yang mendukung pedagang sekaligus masyarakat luas, sambil menjaga tradisi pasar yang sudah bertahan puluhan tahun. (isa)
Baca juga:
Tag




