ARUSBAWAH.CO - Kegelisahan soal menunggu kepastian berjualan kembali muncul di kalangan pedagang Pasar Pagi Samarinda.
Nurul, pedagang yang sudah berjualan sejak 2007, masih menunggu kepastian kapan bisa menempati lapak baru di pasar yang kini sedang dibangun.
Meski memiliki empat lapak yang dibeli dari pihak swasta, Surat Keterangan Tempat Usaha Berjualan (SKTUB) menjadi satu-satunya pegangan Nurul.
Data lapaknya memang sudah tercatat di sistem Dinas Perdagangan (Disdag), tetapi informasi detail soal pengundian lapak dan penempatan baru belum ia terima.
“Petak kami sudah masuk database, tapi belum ada info soal skema pemindahan atau kapan mulai jualan setelah undian,” kata Nurul, Senin (24/11/2025) kemarin.
Pendataan Pedagang, Upaya Membawa Keadilan
Kepala Disdag Samarinda, Nurrahmani, menjelaskan bahwa pendataan pedagang aktif masih berlangsung. '
Dari 2.500 slot lapak yang disiapkan, hanya pedagang yang benar-benar berjualan yang akan mendapat tempat, untuk mencegah klaim ganda dan penyalahgunaan lapak.
Tag



