Arus Publik

Pedagang Pasar Pagi Samarinda Masih Menunggu: “Kami Belum Tahu Mulai Jualan Kapan”

by:
Lisa
Selasa, 25 November 2025 10:46

PASAR - Potret kondisi terkini Pasar Pagi Samarinda/ HO to Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Kegelisahan soal menunggu kepastian berjualan kembali muncul di kalangan pedagang Pasar Pagi Samarinda.

Nurul, pedagang yang sudah berjualan sejak 2007, masih menunggu kepastian kapan bisa menempati lapak baru di pasar yang kini sedang dibangun.

Meski memiliki empat lapak yang dibeli dari pihak swasta, Surat Keterangan Tempat Usaha Berjualan (SKTUB) menjadi satu-satunya pegangan Nurul.

Data lapaknya memang sudah tercatat di sistem Dinas Perdagangan (Disdag), tetapi informasi detail soal pengundian lapak dan penempatan baru belum ia terima.

“Petak kami sudah masuk database, tapi belum ada info soal skema pemindahan atau kapan mulai jualan setelah undian,” kata Nurul, Senin (24/11/2025) kemarin. 

Pendataan Pedagang, Upaya Membawa Keadilan

Kepala Disdag Samarinda, Nurrahmani, menjelaskan bahwa pendataan pedagang aktif masih berlangsung. '

Dari 2.500 slot lapak yang disiapkan, hanya pedagang yang benar-benar berjualan yang akan mendapat tempat, untuk mencegah klaim ganda dan penyalahgunaan lapak.

“Kalau ada pedagang yang menyewakan lapaknya, pemilik awal tidak bisa mengklaim semua. Skema ini dibuat agar adil,” ujarnya.

Pengundian lapak ditargetkan pertengahan Desember 2025, setelah aplikasi pendaftaran pedagang selesai dan seluruh data diverifikasi.

Aplikasi digital ini juga memudahkan pedagang mengikuti proses pengundian secara online.

 

Harapan di Balik Gedung Baru

Pasar Pagi yang baru dirancang modern dengan zonasi jelas: pedagang basah di lantai 1, ayam dan sayuran di lantai 2, emas dan aksesori di lantai 3–4, serta grosir pakaian di lantai 5–7.

Fasilitas pendukung seperti 20 eskalator, dua lift, listrik, dan penerangan ditanggung pemerintah.

Ukuran lapak bervariasi mulai 1,2 × 2 m hingga 4 × 8 m, dengan retribusi Rp4.000 per hari tanpa sewa.

Bagi pedagang seperti Nurul, pembangunan ini bukan hanya soal fasilitas, tapi juga harapan dan masa depan usaha mereka.

“Kami ingin tempat jualan nyaman, tertata, dan bisa memberikan penghasilan tetap,” ujarnya.

Dengan pengelolaan yang adil dan fasilitas modern, Pemkot Samarinda berharap Pasar Pagi baru menjadi ruang usaha yang mendukung pedagang sekaligus masyarakat luas, sambil menjaga tradisi pasar yang sudah bertahan puluhan tahun. (isa)

 

Tag

MORE