ARUSBAWAH.CO - Kebakaran hebat melanda kawasan Pasar Segiri, Samarinda, Kamis (26/3/2026) dini hari sekitar pukul 04.15 WITA, saat aktivitas bongkar muat tengah berlangsung.
Api dengan cepat membesar dan menghanguskan puluhan kios serta ruko di area pasar.
Berdasarkan laporan yang diterima, sedikitnya 20 unit ruko di bagian belakang pasar terdampak kebakaran.
Selain itu, sekitar 140 los sayur ikut terbakar dalam peristiwa tersebut.
Dalam satu klaster area berukuran sekitar 15 x 80 meter, tercatat sebanyak 56 pedagang terdampak langsung.
Kobaran sang jago merah pertama kali terlihat dari salah satu blok sayur. Material yang mudah terbakar seperti papan, palet, dan tenda plastik membuat api cepat membesar dan sulit dikendalikan.
Menanggapi peristiwa tersebut, Wali Kota Samarinda, Andi Harun, memastikan Pemerintah Kota akan bergerak cepat melakukan penanganan pascakebakaran.
“Secara resmi hari ini kami turun melihat langsung. Sebelumnya dinas terkait sudah lebih dulu ke lokasi bersama tim teknis,” ujar Andi Harun.
Pemkot, kata dia, akan segera memulai proses pemulihan dengan pembersihan lokasi dalam waktu dekat.
“Paling tidak tiga hari maksimal sudah bisa bersih. Setelah itu kita susun desain cepat karena bangunannya tidak memerlukan konstruksi yang rumit. Mudah-mudahan minggu depan sudah ada pergerakan,” ujarnya.
Ia menegaskan pembangunan akan dilakukan secepat mungkin agar para pedagang bisa kembali beraktivitas.
Hal ini mengingat kerugian yang dialami cukup besar, bahkan mencapai ratusan juta rupiah per pedagang.
“Tadi saya temui ada pedagang yang rugi sampai Rp200 juta hingga Rp300 juta. Kasihan kalau terlalu lama tidak bisa berjualan,” ujarnya.
Namun demikian, bangunan yang akan dibangun kembali bersifat semi permanen. Keputusan ini diambil karena Pemkot masih merencanakan revitalisasi total Pasar Segiri pada tahun depan.
“Kalau kita bangun permanen sekarang, nanti akan dibongkar lagi saat pembangunan ulang. Jadi kita kembalikan minimal seperti semula saja,” jelasnya.
- Akademisi di Samarinda Nilai Tim Ahli Gubernur hanya Wadah Balas Budi Tim Sukses: Apa Guna Sekda dan Kominfo?
- Kontrak BOT 51 Miliar Mal Lembuswana Berakhir 26 Juli 2026, Seno Aji Siapkan Beauty Contest Melalui Perusda
- Hanya Berlaku 3 Hari! Kantor Gubernur Kaltim Sepi Senyap, Seluruh ASN Wajib Balik Kantor 30 Maret
Selain itu, pembangunan non permanen juga dipilih agar pedagang tidak terlalu lama menunggu untuk kembali berjualan.
“Kita akan membangun secepat mungkin supaya pedagang bisa aktif kembali. Mudah-mudahan pekerjaannya juga tidak terlalu lama,” katanya.
Ia menambahkan, rencana pembangunan permanen sebelumnya sempat dijadwalkan tahun ini, namun harus ditunda akibat penyesuaian anggaran.
“Sebenarnya tahun ini rencananya, tapi karena ada efisiensi, maka rencana itu kita tunda ke tahun depan,” ujar Andi Harun.
Di sisi lain, Andi Harun menyoroti persoalan yang membuat Pasar Segiri berulang kali mengalami kebakaran.
Dalam dua tahun terakhir, insiden serupa tercatat berulang.
Pada Agustus 2024, kebakaran menghanguskan 22 kios dan berdampak pada 14 kios lainnya.
Setahun berselang, pada Agustus 2025, kebakaran kembali terjadi dan menghanguskan tiga kios serta merusak dua kios lainnya.
Orang nomor satu di Kota Samarinda itu menyebut kondisi tata ruang pasar yang semrawut serta rendahnya kedisiplinan sebagian pedagang menjadi faktor utama.
“Secara tata ruang, kondisi pasar ini memang sangat potensial terjadi kebakaran karena fungsi ruangnya sudah saling bertabrakan,” ungkapnya.
Karena itu, rencana revitalisasi pasar menjadi solusi jangka panjang yang tengah disiapkan Pemkot Samarinda.
“Itu yang menjadi dasar kenapa kita punya ide dan gagasan untuk melakukan peremajaan Pasar Segiri ini,” ujarnya.
Meski begitu, wacana revitalisasi Pasar Segiri ini tetap bergantung pada kemampuan keuangan daerah.
"Mudah-mudahan di tahun depan kita memiliki ruang fiskal yang cukup untuk membangunnya," pungkasnya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda (Disdamkarmatan), Hendra AH, mengatakan proses pemadaman berlangsung cukup lama dengan pengerahan personel dari berbagai posko.
“Pemadaman hampir dua jam. Kami menurunkan unit dari enam posko, masing-masing dua sampai tiga unit mobil pemadam,” jelasnya.
Terkait penyebab kebakaran, ia menyebut informasi yang beredar masih belum pasti dan perlu penyelidikan lebih lanjut.
“Ada yang bilang dari kompor, ada juga dugaan listrik. Tapi nanti pihak berwajib yang mengecek,” ujarnya. (raf)
- Pemkot Samarinda Mau Tata Reklame, Disiapkan Kode QR untuk Tahu soal Izin dan Jangka Waktu Pemasangan
- Mobil Dinas Kader Golkar - Gerindra Viral: Rudy Mas'ud Kembalikan Meski Sempat Terbeli, Andi Harun Pilih Jalan Inspektorat
- 158 Ribu Mahasiswa Dipertaruhkan: Apakah Sistem Verifikasi GratisPol Pemprov Kaltim Sudah Layak?




