“Nanti ada call center. Petugas kami yang akan menindak jukir-jukir yang bandel,” tegasnya.
Keberhasilan program ini sangat bergantung pada pengawasan di lapangan, terutama dalam mengubah kebiasaan lama yang sudah mengakar.
Tidak Berlaku di Semua Lokasi
Perlu dicatat, program parkir berlangganan ini hanya berlaku untuk parkir tepi jalan.
Sementara itu, area seperti rumah sakit, pusat perbelanjaan, dan kawasan dengan sistem parkir mandiri—termasuk Pasar Pagi—tetap menggunakan skema tarif reguler.
Ujian di Lapangan, Bukan di Konsep
Program ini berpotensi menjadi titik balik penataan parkir di Samarinda.
Namun, tantangan sesungguhnya bukan pada konsep, melainkan pada eksekusi.
Jika sistem belum sepenuhnya siap dan pengawasan lemah, perubahan berisiko hanya terjadi di atas kertas—sementara praktik lama tetap berjalan di lapangan. (isa)
- 75 Laptop Dibagikan ke Siswa Sekolah Rakyat Samarinda, Tapi Tak Bisa Dibawa Pulang
- 10 Insinerator Siap Operasi, Pemkot Samarinda Target Pangkas Hingga 500 Ton Sampah per Hari
- Update Progres Jalan Tering–Ujoh Bilang 2026: Dari Aspal Hingga Lapisan Agregat Sementara
- Siapa Pemilik PT JMB yang Tersangkut Korupsi Tambang? Dokumen Negara Ungkap Persentase Saham dan Direksi Rangkap
Tag




