Berdasarkan data Dealroom.co yang dikutip, investor domestik hanya menyumbang sekitar 11 persen dari total investasi, sementara investor asal Asia menguasai sekitar 55 persen, dengan Singapura dan China sebagai dua negara yang paling dominan.
Banyak pemodal ventura asing memilih Singapura sebagai basis operasional sebelum menyalurkan investasi ke Indonesia, didorong oleh rezim pajak yang kompetitif, infrastruktur hukum yang matang, serta kemudahan pengelolaan modal lintas negara.
Naskah akademik CELIOS menyebutkan bahwa data ini menjadi indikasi perlunya kebijakan yang mendorong lebih banyak investasi dalam negeri agar tercipta ketahanan dan kemandirian ekonomi yang lebih baik di sektor teknologi.
Tanpa intervensi kebijakan yang tepat, kontribusi investasi domestik yang masih terbatas dan cenderung tidak konsisten dikhawatirkan akan terus berlanjut di tengah persaingan ekosistem digital di kawasan ASEAN. (jay)
- Investor Asing Masih Dominasi Pendanaan Startup Indonesia, Porsi Investor Lokal Baru 11 Persen
- Rumah Sakit Mulya Medika Samarinda Menuju Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan, saat Ini Masih dalam Proses Akreditasi
- Fasilitas Modern hingga CT Scan 128 Slice, Mengenal Layanan di Rumah Sakit Mulya Medika Samarinda




