Arus Publik

Mundur dari Ketua KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras Klarifikasi soal Isu Tak Ingin Melawan Badai

Pastikan Tak Maju Lagi Pimpin KONI Kaltim

Minggu, 4 Januari 2026 10:52

Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras/Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO - Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur, Rusdiansyah Aras, memastikan tidak akan kembali mencalonkan diri sebagai Ketua KONI Kaltim periode 2026–2030.

Keputusan itu ia sampaikan langsung kepada awak media usai Rapat kerja KONI Kaltim pada, Sabtu (3/1/2026) siang.

Target PON XXI Gagal, Rusdiansyah Ambil Tanggung Jawab

Rusdi sapaan akrabnya mengaku, selama masa kepemimpinannya, Kaltim gagal memenuhi target menembus lima besar pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 Aceh–Sumatera Utara.

Ia menegaskan keputusannya untuk gantung raket dari kursi Ketua KONI tidak dipicu tekanan politik maupun desakan dari pucuk pimpinan daerah.

Ia secara tegas membantah isu adanya intervensi kekuasaan di balik langkah mundurnya tersebut.

“Keputusan ini adalah pilihan hati nurani sendiri dan rasa tahu diri saya. Kita harus jujur bahwa kita gagal memenuhi target masuk 5 besar pada PON XXI 2024 di Aceh-Sumut lalu. Sebagai pemimpin, saya mengambil tanggung jawab penuh atas hasil tersebut,” kata Rusdi.

Ia pun membeberkan alasannya mengapa tidak ingin lagi memimpin KONI Kaltim.

“Ya, saya takut enggak mampu. Itu saja,” ungkapnya singkat.

Klarifikasi Soal ‘Badai’ dan Isu Politik

Rusdi juga menanggapi pernyataannya sebelumnya terkait tidak ingin melawan badai dan lebih memilih membantu dari belakang, yang sempat ditafsirkan bermuatan politis.

Ia meluruskan maksud dari pernyataannya tersebut.

“Oh badai itu perahu saja,” katanya, tanpa penjelasan lebih jauh.

 

Kriteria Ketua KONI Kaltim Versi Rusdiansyah

Terkait isu munculnya calon Ketua KONI Kaltim dari unsur politik, Rusdi menegaskan dirinya tidak ingin ikut campur dalam proses pemilihan.

Namun, ia menekankan kriteria utama yang menurutnya harus dimiliki pemimpin KONI ke depan.

“Wah, saya enggak ikut-ikut. Yang penting dia bisa seirama dengan pemerintah. Kalau seirama kan semuanya kan jadi jalannya enak,” jelasnya.

Hingga kini, Rusdi mengaku belum mengetahui siapa figur yang akan maju sebagai calon Ketua KONI Kaltim berikutnya.

Namun, ia memastikan satu syarat yang tak bisa ditawar.

“Yang pasti orang olahraga. Harus orang olahraga. Dan mengerti olahraga,” ujarnya.

Di sisi lain, Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, turut menyinggung arah kepemimpinan KONI Kaltim ke depan.

Meski sempat menyebut soal unsur politik, Seno meluruskan bahwa fokus utama tetap pada prestasi olahraga, bukan latar belakang personal calon ketua.

“Oh, bukan tidak boleh unsur politik. Tapi memang karena KONI ini adalah organisasi olahraga, kita fokus terhadap prestasi supaya ke depan KONI ini benar-benar bisa memberikan andil bagi Kaltim terutama di olahraga,” kata Seno di hari yang sama.

Target Tiga Besar PON XXII 2028

Ia menegaskan pemerintah daerah telah memasang target besar untuk PON XXII 2028 mendatang.

Kaltim kita targetkan harus masuk tiga besar dan bersaing ketat dengan provinsi-provinsi kuat di Pulau Jawa.

“Kita ingin di PON 2028, Pon yang ke-22, kita bisa menaikkan target kita. Target kita di tiga besar. Ini usaha yang sangat serius dan sangat ketat,” tegas Seno Aji.

Sebagai informasi, Musyawarah Provinsi (Musprov) KONI Kalimantan Timur dijadwalkan akan digelar pada Februari 2026 mendatang.

(wan)

 

Tag

MORE