- ‘Jangan Gubernur Mental Proyek’, Sebut Akademisi Unmul Soal Dugaan Resort Milik Rudy Mas’ud Terkucur Duit APBD Kaltim
- Rincian Duit APBD Kaltim untuk Rumah Jabatan dan Kantor Gubernur, Dua Item Pekerjaan Habiskan Rp 9 Miliar
- Rp10 Triliun Ditarget, Rp8,6 Triliun Terkumpul, Sekda Sri Wahyuni Akui Tambang Ikut Seretkan PAD
Manajemen Menunggu Arahan, Nasib Tenant Masih Menggantung
Kepala Bagian Operasional Mal Lembuswana, Fery Patadungan, mengakui pihak manajemen saat ini masih menunggu arahan terkait kelanjutan pengelolaan.
“Kami belum tahu konsepnya seperti apa. Ya kami juga belum dapat arahan,” ujarnya saat ditemui wartawan Arusbawah.co di lokasi mal, Senin (6/4/2026).
Ia menegaskan, seluruh keputusan terkait masa depan pengelolaan berada di tangan pemerintah provinsi.
Termasuk kemungkinan apakah pengelola lama yakni CSIS akan kembali ikut dalam proses seleksi atau tidak.
“Semua kembali kepada keputusan pemerintah provinsi. Kami yang habis masa HGB-nya menyerahkan saja,” katanya.
Di sisi lain, aktivitas ekonomi di dalam mal masih berjalan seperti biasa.
Fery menyebut, jumlah pekerja yang bergantung pada operasional Mal Lembuswana mencapai hampir 2.000 orang.
Sementara itu, jumlah unit ruko yang tersedia sekitar 150 bidang dengan tingkat okupansi mencapai 75 persen.
Kondisi itu memperlihatkan bahwa mal Lembuswana masih memiliki aktivitas ekonomi yang cukup hidup, meski masa depan pengelolaannya belum jelas.
“Mereka ini menunggu informasi saja, seperti apa nanti,” kata Fery, merujuk pada para tenant dan penyewa ruko.




