Buyung Marajo dari Pokja 30 mengingatkan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas beasiswa.
Menurutnya, program beasiswa terdahulu seperti Beasiswa Kaltim Cemerlang dan Beasiswa Kaltim Tuntas tidak pernah dievaluasi secara sistematis.
Banyak pertanyaan mendasar masih belum terjawab terkait berapa mahasiswa lulus tepat waktu, berapa yang IPK-nya meningkat, apakah kualitas SDM meningkat, dan dampak terhadap kemiskinan?
“Kita bicara komputer, tapi listriknya di mana? Kita bicara data, tapi infrastrukturnya tidak mendukung. Anggaran besar tidak otomatis menghasilkan kemajuan,” kata Buyung.
Darlis Pattalongi dari DPRD Kaltim menambahkan, meski anggaran pendidikan meningkat signifikan, sektor lain tidak boleh terabaikan.
“Beasiswa bukan spending, tapi investasi. DPRD ikut menanggung pengawasan fiskal agar pengelolaan tepat dan tidak menimbulkan masalah politik dan anggaran di kemudian hari,” jelasnya.
Target Mahasiswa dan Anggaran Gratispol Pendidikan Kaltim
Dengan target 130 ribu – 140 ribu mahasiswa S1, Gratispol Pendidikan Kaltim diproyeksikan menjadi program unggulan daerah, dengan anggaran mencapai Rp1,4 – 2 triliun pada 2026.
Forum publik yang digelar media Arusbawah.co menjadi ruang terbuka pertama untuk menyoroti langsung tata kelola, distribusi dana, dan kesiapan infrastruktur, sebelum implementasi skala penuh dimulai.
(ir/adv/diskominfokaltim)
Tag



