ARUSBAWAH.CO - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) telah meluncurkan program Pendidikan Gratispol yang menargetkan seluruh mahasiswa S1,S2 hingga S3 untuk mendapatkan Uang Kuliah Tunggal (UKT) gratis.
Program itu dibahas secara mendalam dalam diskusi publik bertajuk Tuk Ki Tak Ki Tuk Gratispol Pendidikan, Supaya Baik Jalannya, di Temindung Creative Hub, Kamis (20/11/2025).
Forum ini menghadirkan enam narasumber kunci, mulai dari Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, Pengarah TP2G Zulkarnain, Sekretaris Komisi IV DPRD Darlis Pattalongi, akademisi Universitas Mulawarman Fajar Apriani, staf khusus WR Unmul Felisitas Devung, hingga Buyung Marajo, Koordinator Pokja 30.
Semua memberikan masukan dan kritik langsung terkait skema dan pengelolaan Gratispol Pendidikan.
Wakil Gubernur Seno Aji Soroti Urgensi Bonus Demografi Kaltim 2030
Seno Aji menekankan urgensi program ini terkait bonus demografi yang akan dimiliki Kaltim pada 2030.
“Kalau 2030 kita tidak mendidik anak-anak dengan baik, mereka tidak akan bisa berpartisipasi di IKN. Saatnya di 2025 kita berikan yang terbaik untuk anak-anak kita,” tegas Seno dalam paparannya.
Ia menambahkan, target program ini bukan hanya memberikan kuliah gratis, tetapi juga membangun sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Secara teknis, program ini baru bisa berjalan setelah SK Pergub disahkan pada Agustus 2025.
Karena keterlambatan tersebut, pencairan dana diundur agar tepat sasaran.
Seno menjelaskan, prioritas diberikan untuk mahasiswa S1 karena jumlah mahasiswa S2 dan S3 yang bisa diterima relatif kecil, sementara dana terbatas.
Tag



