Dengan kata lain, kemajuan teknis tidak identik dengan kemajuan moral.
Kebenaran sebagai Barang Publik
Magnifica Humanitas juga menempatkan kebenaran sebagai bagian dari kebaikan bersama.
Ini menjadi relevan karena AI generatif mempercepat produksi teks, gambar, audio, dan video palsu dalam skala massal.
Deepfake, propaganda otomatis, dan manipulasi opini publik membuat masyarakat semakin sulit membedakan fakta dari fabrikasi.
Kasus deepfake dalam politik, penipuan berbasis suara sintetis, dan banjir konten palsu di media sosial menunjukkan bahwa krisis AI bukan hanya krisis teknologi, tetapi krisis epistemik.
Ketika publik tidak lagi percaya pada fakta, demokrasi kehilangan dasar rasionalnya.
Reuters melaporkan bahwa PBB telah menyerukan langkah global untuk mendeteksi dan melawan deepfake berbasis AI karena risikonya terhadap pemilu, penipuan, dan kepercayaan publik.
Dalam perspektif ensiklik, kebenaran tidak boleh diprivatisasi oleh platform digital atau dikendalikan oleh algoritma keterlibatan (Caplan & Boyd, 2016).
Kebenaran adalah syarat bagi demokrasi, keadilan, dan kehidupan bersama.
Kerja, Otomasi, dan Martabat Pekerja
Bagian tentang kerja dalam Magnifica Humanitas menyoroti bahwa AI sering dipromosikan sebagai alat efisiensi, tetapi jarang dibahas dari sisi martabat pekerja.
Otomasi memang dapat meningkatkan produktivitas, tetapi juga dapat menciptakan pengangguran struktural, memperlemah posisi tawar buruh, dan menghapus pekerjaan tingkat awal.
Penelitian Economic Insights menunjukkan bahwa AI generatif lebih mungkin mengubah pekerjaan daripada menghancurkan seluruh pekerjaan, tetapi dampaknya tidak merata (Drozd & Tavares, 2024).
Pekerjaan administratif dan klerikal termasuk yang paling terekspos. Karena itu, pertanyaan etisnya bukan apakah perusahaan boleh menggunakan AI, melainkan bagaimana transisi itu dilakukan—apakah pekerja dilatih ulang, apakah keuntungan dibagi adil, dan apakah AI memperkuat manusia atau sekadar menggantikannya demi laba.
Di balik kecerdasan AI, terdapat jutaan pekerja data labeler dan moderator konten yang bekerja dalam kondisi tidak selalu terlihat publik.
Brookings mencatat adanya gerakan pekerja di Kenya dan Global South yang menuntut upah layak, kondisi kerja aman, dan perlindungan kesehatan mental.
Kebebasan dan Perbudakan Digital Baru
Ensiklik ini juga menyoroti kemungkinan munculnya “perbudakan baru” dalam ekonomi digital.
Dalam ekonomi platform, kebebasan sering tampak sebagai pilihan: memilih aplikasi, pekerjaan fleksibel, atau konten.
Namun algoritma sebenarnya menentukan visibilitas, pendapatan, rating, bahkan reputasi seseorang.
Kebebasan menjadi semu ketika manusia tidak memahami bagaimana sistem mengambil keputusan atas dirinya.
Tag



