"Pemerintah menargetkan program ini mampu meningkatkan akses serta relevansi pendidikan vokasi dengan kebutuhan pasar kerja yang sangat dinamis," lanjut Surasa.
Uji kompetensi juga bertujuan mendorong keterlibatan dunia usaha dan industri (DUDI) dalam pengembangan kurikulum pendidikan vokasi.
Sinergi dengan pihak industri dianggap kunci agar lulusan SMK tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan keahlian di lapangan.
"Melalui sertifikasi yang terstandarisasi, lulusan SMK Kaltim siap menyongsong peluang kerja di tengah pertumbuhan industri yang pesat," pungkas Surasa.
Hal ini diharapkan memperkuat keterampilan lulusan sekaligus meningkatkan daya saing mereka di pasar kerja nasional maupun internasional. (adv)
Tag



