Advertorial

Lulusan SMK Kaltim Siap Bersaing Lewat Sertifikasi Keahlian

Fasilitasi Uji Kompetensi SMK

Senin, 1 Desember 2025 16:3

SERTIFIKASI KOMPETISI - Kepala Bidang Pembinaan SMK Disdikbud Kaltim, Surasa/ Foto: HO

ARUSBAWAH.CO - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur meningkatkan daya saing lulusan Sekolah Menengah Kejuruan melalui fasilitasi uji sertifikasi kompetensi berbasis standar industri nasional. 

Langkah ini dilakukan untuk memastikan lulusan memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

Sertifikasi kompetensi merupakan bagian penting dalam mewujudkan visi Gubernur Kalimantan Timur 2025–2030, yaitu Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas,” jelas Kepala Bidang Pembinaan SMK Disdikbud Kaltim, Surasa, di Samarinda, Sabtu.

Sebagai tindak lanjut, Rapat Koordinasi Fasilitasi Uji Sertifikasi Kompetensi digelar untuk menjamin pelaksanaan program berjalan optimal bagi peserta didik pada tahun mendatang.

Surasa menuturkan bahwa program ini sejalan dengan prioritas nasional dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan memiliki sertifikat keahlian resmi yang diakui negara.

"Proses sertifikasi kompetensi nantinya dilaksanakan secara sistematis melalui serangkaian uji materi dan praktik yang ketat," tutur Surasa.

Materi uji dirancang sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) agar sejalan dengan kebutuhan pembangunan nasional. 

Selain itu, materi juga akan mengadopsi standar internasional dan standar khusus yang relevan dengan perkembangan teknologi terkini.

"Pelaksanaan teknis di lapangan akan melibatkan tiga jenis Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) untuk menjangkau seluruh spesifikasi kejuruan siswa," terangnya. 

LSP pertama, P1, berada di satuan pendidikan SMK untuk menguji kompetensi siswanya sendiri. 

LSP kedua, P2, berada di bawah otoritas dinas pendidikan untuk melayani beberapa sekolah secara bersamaan. 

Sedangkan LSP ketiga, P3, dibentuk oleh asosiasi industri atau profesi untuk memberikan pengakuan keahlian yang lebih spesifik.

"Pemerintah menargetkan program ini mampu meningkatkan akses serta relevansi pendidikan vokasi dengan kebutuhan pasar kerja yang sangat dinamis," lanjut Surasa.

Uji kompetensi juga bertujuan mendorong keterlibatan dunia usaha dan industri (DUDI) dalam pengembangan kurikulum pendidikan vokasi. 

Sinergi dengan pihak industri dianggap kunci agar lulusan SMK tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan keahlian di lapangan.

"Melalui sertifikasi yang terstandarisasi, lulusan SMK Kaltim siap menyongsong peluang kerja di tengah pertumbuhan industri yang pesat," pungkas Surasa.

Hal ini diharapkan memperkuat keterampilan lulusan sekaligus meningkatkan daya saing mereka di pasar kerja nasional maupun internasional. (adv)

Tag

MORE