ARUSBAWAH.CO - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mencatat mayoritas program pembangunan dan penguatan rumah sakit tingkat provinsi sepanjang 2025 berhasil direalisasikan dengan capaian fisik yang tinggi.
Pengadaan alat kesehatan hingga penyusunan dokumen perencanaan rumah sakit strategis telah berjalan sesuai target.
Namun, capaian tersebut belum merata. Dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Kalimantan Timur Tahun Anggaran 2025, masih terdapat satu proyek yang belum bergerak sama sekali, yakni penyusunan Feasibility Study (FS), Masterplan, dan Detail Engineering Design (DED) untuk pembangunan RSUD Kutai Barat.
Dokumen LKPJ menyebutkan, pembangunan dan penguatan rumah sakit menjadi bagian dari strategi Pemprov Kaltim dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan rujukan sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas.
Salah satu capaian terbesar terjadi di RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) sebagai rumah sakit rujukan utama provinsi.
Sepanjang 2025, rumah sakit tersebut melaksanakan pengadaan 78 unit alat kesehatan dengan capaian fisik 100 persen dan realisasi keuangan mencapai 97,32 persen.
Pemenuhan alat kesehatan itu mendukung peningkatan kapasitas layanan rawat jalan, rawat inap, Instalasi Gawat Darurat (IGD), Instalasi Bedah Sentral (IBS), hingga sistem rekam medis. Dampaknya, kemampuan rumah sakit dalam menangani kasus rujukan, termasuk kegawatdaruratan dan penyakit dengan kompleksitas tinggi, semakin meningkat.
Capaian serupa juga ditunjukkan Rumah Sakit Mata Provinsi Kalimantan Timur.
Pekerjaan pematangan lahan parkir berhasil diselesaikan dengan capaian fisik 100 persen dan realisasi keuangan 96,71 persen.
Tag



