ARUSBAWAH.CO - Nasib puluhan calon siswa yang belum berhasil memperoleh bangku di SMP Negeri pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 dipastikan belum berakhir.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda menyiapkan mekanisme agar siswa yang belum diterima tetap memiliki peluang masuk ke sekolah negeri yang masih memiliki sisa kuota.
Namun, penempatan mereka belum tentu berada di sekolah yang dekat dengan domisili.
Kepala Bidang SMP Disdikbud Samarinda, Mohammad Wahiduddin, mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu seluruh tahapan daftar ulang selesai sebelum memetakan sekolah mana saja yang masih memiliki daya tampung.
Sebab hingga proses daftar ulang berakhir, masih ada kemungkinan kuota di sejumlah sekolah berubah.
"Tetapi proses pendaftaran ini kan belum selesai. Masih menunggu sampai tanggal 4 Juli, yaitu proses daftar ulang. Jadi kami masih belum bisa memastikan secara valid sekolah mana saja yang kuotanya belum terpenuhi," kata Wahiduddin ditemui di Kantor Disdikbud Samarinda, Rabu (1/7/2026).
Menurutnya, Disdikbud juga tengah menyiapkan laporan kepada Wali Kota Samarinda terkait hasil pelaksanaan SPMB sekaligus meminta arahan mengenai mekanisme pengisian kursi yang masih kosong.
"Kami juga masih menyiapkan konsep surat kepada Pak Wali Kota. Nanti kami akan melaporkan hasil pelaksanaan SPMB sekaligus mekanisme pengisian kuota yang masih belum terpenuhi," ujarnya.
Sekolah yang Masih Kosong Akan Diisi
Wahiduddin memastikan sekolah negeri yang kuotanya belum terpenuhi nantinya tetap dapat menerima calon siswa.
Namun mekanisme pengisiannya masih menunggu keputusan pimpinan.
"Yang pertama, sekolah-sekolah yang kuotanya masih belum terpenuhi tentu masih bisa memberikan peluang kepada calon siswa, khususnya bagi yang masih memilih sekolah negeri," katanya.
Meski demikian, ia menegaskan penempatan siswa dilakukan pada sekolah yang memang masih memiliki kursi kosong, bukan sekolah yang sejak awal sudah penuh.
Hal itu disampaikan menanggapi keluhan puluhan orang tua yang sebelumnya mengadu ke TRC PPA karena anak mereka tidak diterima di SMP negeri mana pun.
"Iya (bisa ditampung). Artinya kalau memang kuotanya masih tersedia, sekolah nanti bisa melakukan seleksi terhadap pendaftar tersebut dengan memprioritaskan mereka yang sebelumnya belum diterima," ujarnya.
Ia juga mengungkapkan masih ada kemungkinan terdapat calon siswa yang sebenarnya memenuhi syarat pada jalur afirmasi, mutasi, maupun prestasi tetapi tidak sempat mendaftar karena berbagai alasan.
Misalnya, ada keluarga yang baru pindah ke Samarinda setelah jadwal jalur mutasi ditutup.
Kasus-kasus seperti itu, kata dia, tetap akan menjadi perhatian pemerintah.
"Tetapi sekali lagi, penempatannya tetap pada sekolah yang kuotanya masih tersedia, bukan sekolah yang sudah penuh," tegasnya.
Belum Tentu Sesuai Domisili
Disdikbud juga belum bisa memastikan siswa yang belum memperoleh sekolah akan ditempatkan di sekolah yang dekat dengan rumah mereka.
Sebab hingga saat ini proses pemetaan daya tampung masih berlangsung.
"Tetapi belum bisa dipastikan mereka akan mendapatkan sekolah sesuai domisilinya," kata Wahiduddin.
Penempatannya ke sekolah yang kuotanya masih tersedia saja. Sehingga bisa saja di luar domisili mereka.
Ia menjelaskan pihaknya masih menghitung sekolah mana saja yang benar-benar telah memenuhi kuota dan mana yang masih memiliki kursi kosong setelah proses daftar ulang selesai.
"Kami juga belum bisa memastikan sekolah mana yang sudah penuh dan mana yang masih memiliki kuota karena prosesnya masih berjalan," ujarnya.
Tag



