ARUSBAWAH.CO - Rektor Universitas Mulawarman (Unmul), Abdunnur, angkat bicara soal isu bakal calon rektor yang disebut mulai membangun komunikasi politik untuk mencari dukungan ke kementerian Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Republik Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan usai muncul foto bakal calon rektor Rudianto Amirta bersama Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Budisatrio Djiwandono, yang ramai diperbincangkan di internal kampus Unmul.
Abdunnur menegaskan proses Pemilihan Rektor (Pilrek) Unmul harus tetap berdiri di atas independensi senat dan bebas dari kepentingan eksternal.
Pernyataan itu muncul di tengah memanasnya kontestasi Pilrek Unmul periode 2026–2030.
Hingga hari terakhir pendaftaran (12/5) sore, tercatat sudah ada lima bakal calon rektor yang membuat akun pendaftaran di sistem panitia.
Namun hingga sore hari, baru empat kandidat yang telah mengembalikan berkas pencalonan.
Siapa saja nama yang masuk dalam bursa Pilrek masih rapat ditutup.
Selain itu, isu komunikasi politik mulai muncul setelah beredarnya foto Rudianto Amirta bersama Budisatrio Djiwandono dengan narasi “dukungan pusat tersambung” untuk pencalonan Rektor Unmul 2026–2030.
Foto itu memicu perbincangan di lingkungan civitas akademika soal kemungkinan adanya jalur-jalur politik eksternal yang mulai dimainkan dalam proses Pilrek.
Abdunnur Tegaskan Kampus Harus Tetap Independen
Saat ditanya mengenai kabar sejumlah kandidat yang mulai mendekati partai politik demi membuka akses dukungan ke kementerian pendidikan, Abdunnur menekankan bahwa kampus harus tetap menjaga jarak dari kepentingan politik luar.
“Saya pikir kampus punya independensi sendiri terhadap politik kampus. Kita harus menunjukkan bahwa kampus independen dan tidak dipengaruhi politik luar atau eksternal,” kata Abdunnur saat ditemui redaksi Arusbawah.co di kampus Unmul, Selasa (12/5/2026).
Abdunnur mengatakan Unmul tetap terbuka bekerja sama dengan siapa pun, termasuk pemerintah provinsi maupun pihak eksternal lainnya.
Tapi, menurut dia, hubungan itu seharusnya dibangun dalam kerangka kolaborasi, bukan transaksi kepentingan politik atau partai.
“Dengan siapa pun Unmul siap bersinergi. Tapi tujuannya membangun kolaborasi, bukan kepentingan politik,” ujarnya.
Meski begitu, Abdunnur menganggap langkah kandidat lain membangun komunikasi eksternal sebagai bagian dari usaha masing-masing calon.
Ia mengaku lebih memilih fokus mengonsolidasikan dukungan internal.
“Setiap orang punya ikhtiar. Tapi civitas akademika tentu bisa menilai apakah kita ingin kampus ini independen atau dipengaruhi kepentingan luar,” katanya.
Abdunnur Klaim Kantongi Dukungan 81 Anggota Senat
Abdunnur sendiri mengklaim telah mengantongi dukungan besar dari internal Senat Unmul.
Ia menyebut sebanyak 81 anggota senat dari 94 orang sudah memberikan dukungan secara langsung maupun tertulis kepada dirinya.
Tag



