Fakta bahwa sebagian siswa harus dijemput karena tidak memiliki ongkos, menurutnya, menunjukkan masih adanya pekerjaan rumah besar dalam pemerataan akses pendidikan.
“Ini bukan hanya soal fasilitas, tapi soal akses yang utuh. Mulai dari masuk sekolah, belajar, sampai kembali ke rumah. Semua itu harus dipastikan berjalan,” jelasnya.
Dorong Evaluasi Menyeluruh Program
Helmi menegaskan, program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis yang patut didukung. Namun, evaluasi tetap diperlukan agar implementasinya benar-benar menyentuh kebutuhan riil siswa di lapangan.
Ia berharap ke depan kebijakan tidak hanya fokus pada pengadaan, tetapi juga pada efektivitas pemanfaatan.
“Jangan sampai kita merasa sudah memberi, padahal yang dibutuhkan adalah akses yang benar-benar bisa digunakan secara maksimal,” pungkasnya. (red)
- RS Korpri Tak Bergerak Sejak 2025, Seno Aji Akui Sengaja Dihentikan: 'Kami Kejar Izin, Biar Tak Bermasalah di Tengah Jalan'
- Kata Helmi Abdullah soal Ekspansi Properti Varia Niaga: Dukung, Tapi Jangan Abaikan Risiko
- Helmi Abdullah: Surat Edaran Bersih Sampah Jadi Panduan Praktis, Bukan Formalitas
- Masih Diatur Perwali 4/2023, Probebaya Didorong Jadi Perda, Agar Tak Lagi Bergantung pada Figur Andi Harun
Tag




