Advertorial

DPRD Samarinda

Laporan Dugaan Kejanggalan SPMB 2026 Bertambah, DPRD Samarinda Siapkan Rapat Khusus

DPRD - DPRD Samarinda menindaklanjuti puluhan aduan dugaan kejanggalan dalam pelaksanaan SPMB 2026/ Foto: IST

"Kebetulan sebentar kami hearing dengan Dinas Pendidikan. Nanti kita sampaikan. Saya juga akan usul kepada ketua komisi supaya memang ada pembahasan khusus mengenai persoalan ini," ujarnya.

Menurut dia, seluruh pengaduan yang disampaikan masyarakat akan tetap diterima dan diproses sebagai bahan evaluasi bersama.

"Laporan mereka tetap kita terima. Saya kira ini menjadi persoalan kita bersama," katanya.

Selain meminta penjelasan dari Dinas Pendidikan, Komisi IV juga membuka peluang menghadirkan para orang tua yang melapor agar dapat menyampaikan langsung kronologi peristiwa yang mereka alami. 

Langkah tersebut dinilai penting agar DPRD memperoleh gambaran yang lebih lengkap sebelum mengambil sikap.

"Nanti mungkin kita panggil orang tua yang tahu persis bagaimana kejadiannya. Jadi kita bisa mengetahui persoalannya secara utuh," ujar Yakob.

Ia berharap pembahasan dapat segera dilakukan mengingat tahun ajaran baru akan segera dimulai. 

Dengan demikian, para calon siswa yang hingga kini belum memperoleh sekolah dapat segera mendapatkan kepastian.

Salah satu laporan yang masuk berasal dari Nur Ningsih (48), warga Kecamatan Palaran. 

Ia mengaku anaknya gagal diterima di sekolah yang lokasinya berada dekat dengan tempat tinggal mereka.

Nur menjelaskan bahwa upaya pertama dilakukan melalui jalur afirmasi. Namun, pendaftaran tersebut ditolak karena anaknya masuk kategori desil 5. 

Setelah itu, ia kembali mencoba melalui jalur domisili, tetapi kembali tidak berhasil karena kuota penerimaan sudah terpenuhi.

"Pertama jalur afirmasi ditolak karena desil 5. Habis itu daftar lagi jalur domisili ditolak juga. Karena kuotanya penuh," kata Nur.

Tag

MORE