Timbal baliknya, kebijakan diarahkan untuk melindungi kepentingan bisnis kelompok yang sama.
Salah satu dampak langsungnya ke pasar kerja yaitu regulasi ketenagakerjaan yang mendorong fleksibilitas kerja dalam praktiknya menekan pekerja, upah ditekan lebih murah, outsourcing meluas, dan perlindungan kerja melemah.
Kebijakan ini bukan lahir dari ruang hampa. Ia lahir dari parlemen yang 61,55 persennya sudah lebih dulu diisi oleh jaringan keluarga yang sama.
Hasilnya terlihat jelas di data ketenagakerjaan.
Kesenjangan upah antara Gen Z dan generasi di atasnya tercatat 22,8 persen.
Bukan karena Gen Z kurang kompeten, CELIOS menyebut ini sebagai hasil dari sistem yang memang tidak dirancang untuk mobilitas sosial ke atas.
Baca juga:




