ARUSBAWAH.CO - Dalam laporan CELIOS yang diterbitkan pada April 2026 kemarin, terdapat data bahwa kursi parlemen dikuasai oleh oligarki politik, sementara Gen Z justru harus menganggur selama beberapa bulan terlebih terdahulu sebelum mendapatkan pekerjaan.
Data ini dihasilkan dari Pemilu 2024 menempatkan 61,55 persen kursi parlemen di tangan partai-partai yang dikendalikan keluarga politik dari dinasti Jokowi, Megawati, Prabowo, SBY, Surya Paloh, Zulkifli Hasan, hingga Hary Tanoesoedibjo.
Dari sisi suara, angkanya 57,08 persen suara sah nasional.
Sementara itu, di lain sisi terdapat rata-rata Gen Z yang harus menganggur selama 7,5 bulan sebelum bisa mendapatkan pekerjaan.
Dari yang akhirnya bekerja, 7,8 juta di antaranya masuk ke sektor pekerjaan kasar, bukan karena tidak mampu, tapi karena tidak ada pilihan lain.
Parlemen Dikuasai, Kebijakan Kerja Ikut Terdampak
CELIOS mencatat bahwa dalam sistem oligarki politik Indonesia, partai tidak lagi berfungsi sebagai institusi representasi publik.
Partai berubah menjadi instrumen perlindungan kepentingan elite ekonomi.
Untuk membiayai kontestasi politik yang mahal, biaya calon presiden saja bisa mencapai Rp9,8 triliun, partai bergantung pada elite ekonomi.
Tag



