Kondisi ini turut memengaruhi aktivitas pendanaan yang dilakukan oleh investor, termasuk perusahaan modal ventura yang selama ini menjadi salah satu sumber pembiayaan utama bagi startup.
Dalam kajian tersebut, modal ventura tercatat sebagai kontributor terbesar investasi di sektor teknologi dan startup digital.
Namun, nilai investasi dari berbagai kategori investor, termasuk modal ventura, mengalami penurunan seiring melambatnya investasi teknologi secara global.
Meski demikian, CELIOS menilai masih terdapat peluang perbaikan pada tahun-tahun mendatang.
Kajian tersebut menyebutkan adanya optimisme bahwa investasi di sektor startup dapat kembali meningkat apabila suku bunga acuan mulai menurun sehingga biaya pendanaan menjadi lebih rendah.
Kondisi tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat investor untuk kembali menanamkan modal pada sektor teknologi yang memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang.
Bagi Indonesia, tantangan ke depan tidak hanya berkaitan dengan pemulihan investasi, tetapi juga bagaimana membangun ekosistem pendanaan yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Dengan dukungan kebijakan yang tepat serta penguatan industri modal ventura, sektor startup nasional masih memiliki peluang untuk kembali tumbuh dan berkontribusi terhadap perkembangan ekonomi digital Indonesia. (tan)




