ARUSBAWAH.CO - Ekosistem startup Indonesia tengah menghadapi tantangan besar setelah mengalami penurunan investasi yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Setelah sempat mencapai masa keemasan pada 2021, nilai investasi ke perusahaan rintisan kini mengalami kontraksi tajam hingga memunculkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan pertumbuhan sektor teknologi nasional.
Temuan tersebut terungkap dalam Naskah Akademik Pengembangan Dana dan Insentif Perpajakan Modal Ventura di Indonesia yang disusun oleh CELIOS.
Berdasarkan data yang dikutip dalam kajian tersebut, nilai investasi startup di Indonesia mencapai puncaknya pada 2021 sebesar Rp144,06 triliun.
Namun hingga November 2024, nilainya tercatat hanya sekitar Rp5,39 triliun.
Penurunan tersebut menjadi sorotan karena startup selama ini dianggap sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.
Berbagai perusahaan teknologi nasional bahkan sempat menjadi magnet bagi investor global yang berlomba-lomba menanamkan modal di pasar Indonesia.
Dari Masa Keemasan ke Fenomena Tech Winter
Perjalanan investasi startup Indonesia sebenarnya menunjukkan tren yang sangat positif sebelum 2021.
Tag



