Arus Publik

CELIOS

Laporan CELIOS: Capital Gain Masih Kena Pajak, Daya Saing Modal Ventura Indonesia Dinilai Tertinggal

Capital Gain masih Kena pajak, Daya Saing PMV Tertekan

CELIOS - Indsustri dan Daya Saing Modal Ventura RI Masih Menghadapi Tantangan./ Foto: Pexels.com (Monstera Production)

ARUSBAWAH.CO - Center of Economic and Law Studies (CELIOS) menilai daya saing industri modal ventura Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya terkait perlakuan pajak atas keuntungan penjualan saham (capital gain).

Dalam Naskah Akademik Pengembangan Dana dan Insentif Perpajakan Modal Ventura di Indonesia, CELIOS menyoroti bahwa fasilitas perpajakan yang berlaku saat ini belum mencakup insentif atas capital gain, meskipun keuntungan tersebut merupakan sumber utama pendapatan perusahaan modal ventura (PMV).

Menurut CELIOS, kebijakan perpajakan yang berlaku saat ini memang telah memberikan fasilitas tertentu terhadap dividen atau bagian laba yang diterima PMV dari perusahaan pasangan usaha yang memenuhi persyaratan tertentu.

Namun, keuntungan yang diperoleh dari penjualan saham investasi masih dikenakan Pajak Penghasilan (PPh).

Kondisi tersebut dinilai dapat mengurangi daya tarik investasi bagi industri modal ventura yang selama ini mengandalkan capital gain sebagai sumber utama keuntungan.

CELIOS menyebut kebijakan yang ada saat ini membuat insentif fiskal bagi PMV belum sepenuhnya mendukung pengembangan industri modal ventura nasional.

Dalam praktiknya, perusahaan modal ventura menanamkan modal pada startup atau perusahaan yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi.

Keuntungan terbesar biasanya diperoleh ketika investor melepas kepemilikan sahamnya setelah nilai perusahaan meningkat, baik melalui akuisisi, merger, maupun penawaran saham perdana (initial public offering atau IPO).

Capital Gain Jadi Sumber Keuntungan Utama Investor Modal Ventura

CELIOS menjelaskan bahwa karakteristik investasi modal ventura berbeda dengan instrumen investasi pada umumnya.

Jika investor konvensional lebih banyak mengandalkan pendapatan rutin seperti bunga atau dividen, investor modal ventura justru mengandalkan pertumbuhan nilai perusahaan yang kemudian direalisasikan melalui penjualan saham.

Karena itu, kebijakan perpajakan terhadap capital gain memiliki pengaruh besar terhadap tingkat pengembalian investasi yang diperoleh investor.

Dalam naskah akademiknya, CELIOS menyebut fasilitas perpajakan yang ada saat ini lebih berfokus pada pengecualian Pajak Penghasilan atas dividen, sementara keuntungan dari penjualan saham belum memperoleh perlakuan yang sama.

Padahal, capital gain merupakan salah satu sumber keuntungan utama dalam investasi modal ventura.

CELIOS menilai kondisi tersebut berpotensi mengurangi daya saing PMV domestik dibandingkan yurisdiksi lain yang telah lebih dahulu mengembangkan insentif fiskal bagi industri modal ventura.

Di tengah persaingan global untuk menarik investasi berbasis inovasi dan teknologi, kebijakan perpajakan menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan investor sebelum menanamkan modal.

Selain memengaruhi minat investasi, perlakuan pajak terhadap capital gain juga dinilai memiliki dampak terhadap kemampuan Indonesia dalam memperkuat ekosistem pembiayaan startup dan perusahaan berbasis inovasi.

CELIOS Usulkan Insentif Pajak Capital Gain

Untuk meningkatkan daya saing industri modal ventura nasional, CELIOS mengusulkan pemberian insentif perpajakan yang lebih komprehensif.

Salah satu rekomendasi yang diajukan adalah pemberian pengecualian pajak atas capital gain yang diperoleh PMV, dengan syarat keuntungan tersebut kembali diinvestasikan (reinvestasi) ke dalam ekosistem usaha di Indonesia.

Menurut CELIOS, skema tersebut dapat mendorong perputaran modal yang lebih besar di dalam negeri sekaligus memperluas sumber pembiayaan bagi startup dan perusahaan yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi.

Lembaga tersebut menilai kebijakan fiskal tidak hanya berfungsi sebagai sumber penerimaan negara, tetapi juga dapat menjadi instrumen untuk mendorong inovasi, investasi, dan pertumbuhan ekonomi.

Karena itu, evaluasi terhadap perlakuan pajak atas capital gain dinilai penting untuk memperkuat industri modal ventura nasional di tengah ketatnya persaingan menarik investasi.

Dengan dukungan insentif yang lebih kompetitif, Indonesia diharapkan mampu memperkuat posisi industri modal ventura domestik, meningkatkan partisipasi investor dalam negeri, serta memperluas akses pendanaan bagi startup dan pelaku usaha yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi. (tan)

Tag

MORE