Fenomena pendirian entitas di luar negeri tidak hanya berkaitan dengan urusan administrasi perusahaan.
Kajian CELIOS menyebut kondisi tersebut berpotensi menyebabkan hilangnya penerimaan pajak dan mengurangi efektivitas pengawasan terhadap aktivitas investasi yang berkaitan dengan perusahaan Indonesia.
Selain itu, sektor startup Indonesia masih menunjukkan ketergantungan yang cukup tinggi terhadap investor asing.
Data dalam kajian memperlihatkan mayoritas investasi startup berasal dari luar negeri, sementara kontribusi investasi domestik masih relatif kecil dan cenderung tidak konsisten dalam beberapa tahun terakhir.
CELIOS menilai kondisi tersebut dapat menjadi tantangan bagi kemandirian ekosistem digital nasional.
Ketika sumber pendanaan lebih banyak berasal dari luar negeri, arah pengembangan bisnis dan inovasi berpotensi lebih dipengaruhi oleh kepentingan investor global dibanding kebutuhan pasar domestik.
Karena itu, kajian tersebut mendorong perlunya berbagai kebijakan untuk memperkuat daya saing industri modal ventura nasional.
Langkah yang dapat dilakukan antara lain memperbaiki iklim investasi, meningkatkan insentif fiskal, memperkuat regulasi yang mendukung pertumbuhan startup, serta memperbesar partisipasi investor domestik dalam pembiayaan perusahaan rintisan.
Dengan ekosistem yang lebih kompetitif, Indonesia diharapkan tidak hanya mampu menarik investasi baru, tetapi juga menjadi tempat yang lebih menarik bagi startup lokal untuk tumbuh dan berkembang tanpa harus mendirikan entitas bisnis di luar negeri. (tan)
- Produksi Batu Bara RI Pernah Tembus 830 Juta Ton, 664 RKAB Tambang Disetujui Juni 2026, Produksi Nasional Dipangkas Jadi 733 Juta Ton Tahun Ini?
- Fasilitas Modern hingga CT Scan 128 Slice, Mengenal Layanan di Rumah Sakit Mulya Medika Samarinda
- 6 Jurusan Institut Teknologi Kalimantan yang Relevan dengan Pembangunan IKN, Ada Teknik Sipil hingga Informatika




