ARUSBAWAH.CO - Nakhkoda Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) yang sebelumnya dipegang oleh Rusdiansyah Aras akan segera berganti.
Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Kalimantan Timur yang akan digelar pada 3 Juni 2026 semakin mengarah pada skenario aklamasi.
Hingga menjelang penutupan tahapan pendaftaran, hanya satu nama yang muncul dan mengembalikan berkas pencalonan Ketua Umum KONI Kaltim periode 2026–2030, yakni Haji Anderiy Syachrum.
Minimnya kompetitor dan dominasi dukungan dari cabang olahraga (cabor), KONI kabupaten/kota, serta badan fungsional membuat peluang Anderiy terpilih secara aklamasi kian terbuka lebar.
Bahkan, Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) KONI Kaltim, Ego Arifin, mengakui hingga saat ini hanya satu bakal calon yang mendaftar.
“Kalau satu orang ya aklamasi. Mekanismenya nanti mengikuti tata cara persidangan,” ujar Ego Arifin saat menjelaskan tahapan Musorprov kepada awak media, Kamis (28/5/2026).
Anderiy Kembalikan Berkas Secara Langsung
Keseriusan Anderiy Syachrum maju memimpin organisasi olahraga di Benua Etam ini ditunjukkan dengan menyerahkan langsung berkas pencalonannya ke Kantor KONI Kaltim di Jalan Kesuma Bangsa, Samarinda, Kamis (28/5/2026).
Berkas tersebut diterima langsung oleh Ketua TPP, Ego Arifin, lengkap dengan surat dukungan dari unsur KONI kabupaten/kota, pengurus provinsi cabor, dan badan fungsional.
Didampingi timnya, pria yang akrab disapa Haji Andre itu menyampaikan permohonan maaf karena sebelumnya tidak dapat hadir saat pengambilan formulir.
“Kehadiran saya ke sini untuk menyerahkan berkas. Saya minta maaf karena kemarin pengambilan berhalangan hadir. Jadi pengembalian saya serahkan langsung dan terima kasih Pak Ego sudah menerima kami,” kata Anderiy.
Sebelumnya, pengambilan formulir dilakukan oleh perwakilannya, Abdul Muis, lantaran Anderiy tengah berada di Turki untuk agenda olahraga.
Dalam kesempatan itu, Abdul Muis juga menyerahkan surat kuasa resmi sebagai mandat pengambilan formulir pencalonan.
- Jika Terpilih Ketua KONI Kaltim, Syahariah Mas’ud Janji Ubah Nasib Atlet: Tak Lagi Dipakai Saat Butuh Lalu Ditinggalkan
- Kursi Ketua KONI Kaltim, Riak Sebelumnya Kader Golkar, Kini Andery Syachrum Mencuat di Ramadhan
- Seleksi KPID Kaltim 2025–2028 Disengketakan Rp3,6 Miliar, Penggugat Sebut Nilai Tertinggi Tak Lolos
Kantongi Dukungan Mayoritas Pemilik Suara
Kuatnya posisi Anderiy dalam bursa Ketua KONI Kaltim terlihat dari jumlah dukungan yang berhasil dikumpulkan.
Ketua TPP KONI Kaltim, Ego Arifin, mengungkapkan hingga saat ini pihaknya telah menerima dukungan untuk Anderiy dari berbagai unsur anggota KONI Kaltim.
“Sampai saat ini dukungan yang kami terima sudah 55. Tapi kemungkinan jumlahnya bertambah sampai jelang pemilihan nanti,” ungkapnya.
Jumlah tersebut berasal dari dukungan pengurus cabor, KONI kabupaten/kota, dan badan fungsional.
Adapun anggota KONI Kaltim saat ini terdiri dari 68 cabor, 10 KONI kabupaten/kota, dan enam badan fungsional.
Sebelumnya, dukungan terhadap Anderiy Syachrum juga terus menguat menjelang pelaksanaan Musorprov.
Sebanyak 10 Ketua KONI kabupaten/kota se-Kalimantan Timur juga telah menyatakan dukungan kepada pria yang menjabat sebagai General Manager Borneo FC tersebut dalam sebuah pertemuan yang digelar di Hotel Puri Senyiur, Samarinda.
Gelombang dukungan itu kemudian berlanjut dalam pertemuan bersama para Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) cabang olahraga di Aubry Sport Center pada 18 Mei 2026 lalu.
Dari dua agenda tersebut, Anderiy diklaim telah mengantongi sedikitnya 55 dukungan dari pemilik suara yang akan menentukan arah kepemimpinan KONI Kaltim periode 2026–2030.
OC Musorprov: Dukungan Sudah Terkunci
Sinyal kuat aklamasi juga disampaikan Ketua Organizing Committee (OC) Musorprov KONI Kaltim, Husinsyah.
Menurut dia, hingga memasuki tahapan penjaringan tidak ada figur lain yang memiliki dukungan cukup untuk maju sebagai calon Ketua KONI Kaltim.
“Belum ada lagi (calon pendaftar). Tidak ada dukungan. Habis,” tegas Husinsyah.
Ia bahkan menyebut dukungan kepada Anderiy sudah terkunci dari unsur KONI kabupaten/kota maupun cabor.
“Calonnya kan hampir pasti satu saja. Karena sudah terkunci persyaratan. Sepuluh kabupaten/kota sudah dukung Haji Andre. Jadi calon saya kira satu,” ujarnya.
Dengan kondisi tersebut, peluang munculnya penantang baru praktis sangat kecil.
TPP Verifikasi Berkas, Penetapan di Sidang Musorprov
Meski baru satu nama yang mendaftar, TPP tetap akan menjalankan seluruh tahapan sesuai mekanisme organisasi.
Ego menjelaskan pengambilan formulir berlangsung pada 25–28 Mei, sedangkan pengembalian berkas dilakukan pada 28–29 Mei.
Setelah itu, TPP akan melakukan validasi dan verifikasi administrasi pada 30 Mei sebelum mengumumkan hasil pemeriksaan berkas dan penetapan calon pada 1 Juni.
“Kami validasi dan verifikasi data serta seluruh administrasinya. Dukungan cabor, kabupaten/kota, dan badan fungsional akan kami cek,” jelasnya.
Namun demikian, Ego menegaskan TPP tidak memiliki kewenangan menetapkan sah atau tidaknya calon.
Menurutnya, keputusan final berada di forum Musorprov melalui sidang pleno.
“Nanti sah atau tidak sah bukan urusan TPP. Itu diputuskan dalam sidang Musorprov. Kami hanya menyerahkan hasil verifikasi kepada pimpinan sidang,” tegasnya.
Musorprov Libatkan Ratusan Peserta
Musorprov KONI Kaltim dijadwalkan berlangsung pada 3 Juni 2026 di Gedung Dispora Kaltim, Kompleks Kadrie Oening, Samarinda.
Forum tersebut mengusung tema “KONI Kaltim Fondasi Kaltim Menuju Generasi Emas” dengan subtema “Bersatu Bangkit dan Berprestasi Menuju PON 2028 di Nusa Tenggara.”
Husinsyah menjelaskan, sekitar 160 peserta resmi akan mengikuti Musorprov yang berasal dari 64 cabor, 10 KONI kabupaten/kota, dan enam badan fungsional.
Jika ditambah panitia dan undangan, total peserta diperkirakan mencapai hampir 400 orang.
“Pesertanya sekitar 160 orang. Belum termasuk panitia, undangan dan lainnya. Totalnya bisa sekitar 400 orang,” katanya.
Selain memilih Ketua Umum KONI Kaltim periode 2026–2030, forum tersebut juga menjadi momentum konsolidasi olahraga Benua Etam dalam menyusun strategi menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
Dengan hanya tersisa satu nama dan dukungan mayoritas pemilik suara sudah berada di belakangnya, Musorprov KONI Kaltim kini tinggal menunggu satu tahapan formal: penetapan Anderiy Syachrum dalam sidang pleno yang berpotensi berlangsung secara aklamasi.
(raf)




