Ego menjelaskan pengambilan formulir berlangsung pada 25–28 Mei, sedangkan pengembalian berkas dilakukan pada 28–29 Mei.
Setelah itu, TPP akan melakukan validasi dan verifikasi administrasi pada 30 Mei sebelum mengumumkan hasil pemeriksaan berkas dan penetapan calon pada 1 Juni.
“Kami validasi dan verifikasi data serta seluruh administrasinya. Dukungan cabor, kabupaten/kota, dan badan fungsional akan kami cek,” jelasnya.
Namun demikian, Ego menegaskan TPP tidak memiliki kewenangan menetapkan sah atau tidaknya calon.
Menurutnya, keputusan final berada di forum Musorprov melalui sidang pleno.
“Nanti sah atau tidak sah bukan urusan TPP. Itu diputuskan dalam sidang Musorprov. Kami hanya menyerahkan hasil verifikasi kepada pimpinan sidang,” tegasnya.
Musorprov Libatkan Ratusan Peserta
Musorprov KONI Kaltim dijadwalkan berlangsung pada 3 Juni 2026 di Gedung Dispora Kaltim, Kompleks Kadrie Oening, Samarinda.
Forum tersebut mengusung tema “KONI Kaltim Fondasi Kaltim Menuju Generasi Emas” dengan subtema “Bersatu Bangkit dan Berprestasi Menuju PON 2028 di Nusa Tenggara.”
Husinsyah menjelaskan, sekitar 160 peserta resmi akan mengikuti Musorprov yang berasal dari 64 cabor, 10 KONI kabupaten/kota, dan enam badan fungsional.
Jika ditambah panitia dan undangan, total peserta diperkirakan mencapai hampir 400 orang.
“Pesertanya sekitar 160 orang. Belum termasuk panitia, undangan dan lainnya. Totalnya bisa sekitar 400 orang,” katanya.
Selain memilih Ketua Umum KONI Kaltim periode 2026–2030, forum tersebut juga menjadi momentum konsolidasi olahraga Benua Etam dalam menyusun strategi menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
Dengan hanya tersisa satu nama dan dukungan mayoritas pemilik suara sudah berada di belakangnya, Musorprov KONI Kaltim kini tinggal menunggu satu tahapan formal: penetapan Anderiy Syachrum dalam sidang pleno yang berpotensi berlangsung secara aklamasi.
(raf)
Tag




