Arus Daerah

Kumpulan Mitos dari Kalimantan Barat, Ada Kisah di Balik Berdirinya Kota Pontianak

Ada Kisah Kaitan Kuntilanak di Balik Berdirinya Kota Pontianak

Jumat, 3 Oktober 2025 18:49

MITOS - Potret Keraton Kadriyah Kesultanan Pontianak dan Pantai Tanjung Baja di Kalimantan Barat, Simak Mitos dari Daerah Ini (Foto: IST)

Mitos-mitos semacam ini memang diwariskan dari generasi ke generasi, bukan hanya sebagai kisah mistis semata, melainkan juga sebagai cara menjaga kearifan lokal dan mengingatkan anak-cucu akan ciri khas budaya daerahnya.

5. Kisah Batu Menangis

Legenda Batu Menangis dari Kalimantan Barat, tepatnya di Desa Jabar, Kecamatan Ella Hilir, bercerita tentang seorang gadis cantik bernama Darmi yang hidup dalam kemanjaan hingga tumbuh menjadi sombong dan angkuh.

Ibunya, seorang janda pekerja keras, selalu berusaha memenuhi kebutuhan dengan bekerja di kebun dan pasar, sementara Darmi hanya sibuk merawat diri dan menolak membantu.

Suatu hari, ketika diminta untuk bekerja, ia justru menolak dengan kasar bahkan mempermalukan ibunya di depan banyak orang.

Karena kesombongan itu, Darmi pun dikutuk menjadi batu, tubuhnya perlahan membeku dari kaki hingga seluruh bagian, namun meski sudah membatu, air mata tetap mengalir sehingga kemudian dikenal dengan sebutan Batu Menangis.

Batu tersebut akhirnya dipindahkan warga dan diarahkan ke langit sebagai bentuk penghormatan atas legenda tersebut.

Kisah ini sarat pesan moral bahwa kecantikan tak ada artinya bila hati penuh kesombongan, anak wajib menghormati orang tua apa pun kondisinya, dan orang tua pun diingatkan untuk mendidik anak agar tumbuh mandiri serta beretika.

Hingga kini, cerita Batu Menangis tetap hidup sebagai warisan budaya yang mengajarkan nilai moral dan etika bagi generasi berikutnya.

6. Mitos Kuntilanak di Balik Berdirinya Kota Pontianak

Kuntilanak kerap dilekatkan dengan beragam mitos, salah satunya kisah pendirian Kota Pontianak.

Hal inilah yang menarik perhatian antropolog asal Jerman, Timo Duile, untuk menelitinya.

Penelitiannya yang dipublikasikan tahun 2020 dalam Journal of the Humanities and Social Sciences of Southeast Asia berjudul “Kuntilanak: Ghost Narratives and Malay Modernity in Pontianak, Indonesia”.

Dari hasil kajiannya, ia menemukan bahwa masyarakat Pontianak percaya kota mereka berdiri setelah “mengusir” kuntilanak yang mendiami pertemuan Sungai Kapuas dan Sungai Landak.

Konon, wilayah itu dulunya hanyalah rawa dan hutan lebat.

Ada pula klaim bahwa nama Pontianak berasal dari bahasa Melayu po(ho)n ti(nggi) yang berarti “pohon tinggi”, yang kemudian semakin menguatkan kaitan kuntilanak dengan simbol pohon-pohon besar di pedalaman Kalimantan Barat.

Penutup

Rangkaian mitos dari Kalimantan Barat menunjukkan betapa kuatnya hubungan masyarakat dengan tradisi, alam, dan cerita turun-temurun.

Mulai dari legenda kota gaib Padang 12, kemponan, kisah Batu Menangis, hingga mitos kuntilanak di balik berdirinya Kota Pontianak, semuanya menjadi jejak budaya yang tak ternilai.

Meskipun sebagian besar dianggap mistis, mitos Kalimantan Barat tetap hidup sebagai pengingat akan kearifan lokal, moralitas, dan identitas budaya yang menjadikan daerah ini semakin menarik untuk dikenali.

(apr)

Tag

MORE