ARUSBAWAH.CO - Festival Erau Adat Kesultanan Kutai Kartanegara (Kukar) Ing Martadipura 2025 resmi dibuka dengan semarak di Stadion Rondong Demang, Minggu (21/9/2025) siang.
Sebagai agenda budaya tahunan yang menjadi kebanggaan warga Kukar, Erau hadir dengan tema “Menjaga Marwah Peradaban Nusantara”.
Acara pembukaan Erau berlangsung khidmat dengan kehadiran Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana.
Festival Erau ini akan berlangsung sejak tanggal 21 hingga 29 September 2025, yang ditutup dengan prosesi Belimbur yang kerap ditunggu masyarakat.
Belimbur adalah tradisi khas masyarakat Kutai di mana warga saling menyiramkan air sebagai bagian dari prosesi penutup Festival Erau.
Bersamaan dengan iring-iringan Keraton yang mengantarkan Naga Bini dan Naga Laki menuju Kutai Lama, berbagai ritual digelar di depan Keraton Kutai, mulai dari beumban, begorok, hingga rangga titi, sebelum akhirnya ditutup dengan belimbur.
Tradisi belimbur bukan sekadar ritual terakhir, melainkan juga menjadi puncak kemeriahan Erau.
Biasanya, suasana jalanan Kutai sore hari saat belimbur dipenuhi keceriaan masyarakat yang larut dalam siraman air dari segala penjuru, menciptakan momen penuh suka cita.
Selain sebagai ungkapan rasa syukur atas kelancaran jalannya festival Erau, tradisi belimbur ini dimaknai sebagai simbol penyucian diri dari sifat buruk dan energi negatif.
Air, yang dipercaya sebagai sumber kehidupan, diyakini mampu meluruhkan hal-hal yang tidak baik dalam diri manusia sehingga menghadirkan semangat baru bagi masyarakat.
Ternyata, tak hanya di Indonesia, ada pula festival semacam Erau di luar negeri, yang punya tradisi ‘bermain’ air layaknya belimbur.
Deretan Festival Mirip Erau di Luar Negeri, Sama-Sama Punya Tradisi ‘Main’ Air
1. Songkran (Thailand)

Songkran adalah perayaan Tahun Baru Thailand yang jatuh pada pertengahan April.
Tradisi ini terkenal dengan perang air di jalanan, di mana orang saling menyiram menggunakan ember, pistol air, atau bahkan selang.
Awalnya, air dalam Songkran melambangkan pembersihan diri dari nasib buruk dan menyambut berkah di tahun baru.
Selain siram air, masyarakat juga melakukan ritual keagamaan, seperti berkunjung ke kuil, memandikan patung Buddha dengan air wangi, serta memberi penghormatan pada orang tua.
2. Thingyan (Myanmar)

Thingyan adalah nama Festival Tahun Baru Myanmar, yang dikenal sebagai perayaan air terbesar dan paling dinanti di negara tersebut.
Dalam tradisi lama, warga Myanmar membuat air wangi dari campuran bunga dan dedaunan, lalu meletakkannya di mangkuk atau guci di depan rumah.
Tag



