Ia menyebut, pengolongan di kolong jembatan hanya dilakukan pada jam-jam tertentu, terutama saat kondisi air memungkinkan.
Soal pengawasan, Suparman mengklaim Pelindo telah menyiapkan teknologi pendukung.
“Untuk CCTV, kami bekerja sama dengan Perusda MBS di Jembatan Mahulu dan Mahakam. Semua kegiatan terekam,” ujarnya.
CCTV, Radio VHF, dan AIS Jadi Andalan Pengawasan
Selain CCTV, Pelindo mengandalkan pilot station yang beroperasi dengan komunikasi radio VHF serta perangkat AIS untuk memantau pergerakan kapal.
Namun Suparman tak menampik pengawasan selama ini belum optimal.
“Selama ini berjalan, cuma belum optimal. Ke depan akan kita optimalkan,” katanya.
Ia mengakui, salah satu kelemahan ada pada sistem kepanduan yang selama ini hanya aktif saat jam pengolongan.
Ke depan, Pelindo menargetkan pengawasan 24 jam penuh, meski tidak ada jadwal pengolongan.
“Ke depan, pengawasan akan kami lakukan 24 jam, meskipun tidak ada jadwal pengolongan di bawah jembatan,” demikian Suparman.
(wan)
- Ramai Soal Kas Daerah Rp788 Miliar, Rudy Mas’ud Buka-bukaan: Ini Bukan Anggaran Nganggur
- Hitung-hitungan Jasa Kapal Pandu Sungai Mahakam, Bisa Rp100 Juta per Hari! Rp3,1 Miliar per Bulan, Uangnya ke Mana?
- Jembatan Mahulu Terus Menerus Ditabrak, KSOP Bicara Tambat Tak Tertib, Pelindo Sebut Insiden Terjadi di Luar Jam Operasional
Tag




