“Dalam konteks ini, pengawasnya terlewat. Jadi pemberian insentif masih memungkinkan,” tuturnya.
Darlis menilai bahwa pengawas madrasah juga berperan penting dalam menjaga kualitas pendidikan, sehingga semestinya memperoleh perhatian serupa.
Atas dasar itu, Komisi IV DPRD Kaltim mendorong agar alokasi anggaran insentif bagi pengawas madrasah dapat dipersiapkan dalam APBD mendatang.
Harapan utamanya ialah menurunkan kesenjangan kesejahteraan antara pengawas madrasah dan pengawas sekolah reguler.
“Ini bentuk perhatian terhadap kesejahteraan tenaga pendidik. Mereka (pengawas madrasah) juga bagian dari ekosistem pendidikan. Nilainya mungkin tak sebesar pengawas sekolah reguler. Tapi ada. Dan itu yang penting,” tutupnya. (adv)
Tag



