Deni mengungkapkan bahwa beberapa bulan lalu sempat terjadi masalah pada sistem limbah di SCP. Grease trap dilaporkan meluber hingga menimbulkan keluhan.
“Sekitar tiga bulan lalu, tepatnya Desember, grease trap mereka sempat meluber karena diduga ada kerusakan pada pompa,” jelasnya.
Menurutnya, pihak manajemen SCP kini telah memperbaiki dan mengganti pompa yang rusak sehingga sistem pembuangan limbah dapat kembali berjalan normal.
Dalam sidak tersebut, DPRD juga meninjau biotank yang berada di sisi bangunan untuk memastikan proses pengolahan limbah berjalan dengan baik.
Bau dari Tenant Jadi Sorotan
Selain memeriksa sistem IPAL utama, Komisi III juga menyoroti laporan masyarakat terkait bau yang sempat muncul dari salah satu tenant makanan di dalam mal.
Dari penjelasan manajemen, diketahui bahwa beberapa tenant melakukan pengelolaan limbah secara mandiri, termasuk pemisahan lemak dari limbah dapur.
Namun pengelolaan tersebut tetap berada di bawah pemantauan pihak manajemen SCP.
“Tadi kami dapat penjelasan bahwa beberapa tenant melakukan pengangkatan limbah secara mandiri, tetapi tetap dimonitor oleh pihak SCP,” kata Deni.
Untuk mencegah penumpukan limbah yang berpotensi menimbulkan bau, pengangkatan limbah kini dilakukan setiap hari.
“Kalau tidak diangkat setiap hari, tentu baunya bisa menyebar karena kapasitas penampungan terbatas,” ujarnya.
Deni menegaskan pihaknya meminta manajemen SCP memastikan pengelolaan limbah oleh seluruh tenant benar-benar berjalan sesuai prosedur.
Menurutnya, masalah bau dapat mengganggu kenyamanan pengunjung yang datang ke pusat perbelanjaan.
Tag



