Optimisme Konservasi dari BKSDA Kaltim
Kepala BKSDA Kaltim, Ari Wibawanto, menegaskan bahwa Indonesia kini hanya memiliki dua individu badak Kalimantan: Pahu dan Pari.
Keduanya menjadi prioritas utama konservasi.
Selain fokus penyelamatan, BKSDA juga berencana melakukan eksplorasi mencari populasi lain, termasuk di wilayah Tabang, Kutai Kartanegara.
Dengan dukungan teknologi reproduksi berbantu dan kolaborasi berbagai pihak, peluang memperbanyak populasi badak Kalimantan masih terbuka.
“Pelestarian badak adalah pekerjaan besar yang hanya bisa berhasil lewat kerja kolektif. Kita perlu optimis, karena tanpa aksi nyata, badak Kalimantan bisa benar-benar hilang dari bumi,” tegas Ari. (***)
Konten diproduksi oleh Jurnalis Peduli Satwa di Kalimantan Timur. Berkolaborasi dengan Arusbawah.co
Tag



