Arus Publik

Kisah Pahu dan Pari, Harapan Terakhir Badak Kalimantan yang Sangat Perlu Diselamatkan

Jejak Badak Kalimantan yang Hampir Punah

Kamis, 28 Agustus 2025 13:23

BADAK - Badak Pahu, satu-satunya badak betina yang kini menghuni Suaka Badak Kelian (SBK) di Kutai Barat/ HO to Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Tidak banyak yang percaya jika Kalimantan masih menyimpan badak bercula dua, satwa langka yang sempat dianggap punah di pulau ini.

Hingga pada akhir 2015, kamera trap menangkap sosok mengejutkan: seekor betina yang kemudian dinamai Najaq.

Sayangnya, takdir berkata lain. Najaq yang ditangkap untuk perawatan luka jerat tak bertahan lama.

Ia meninggal pada April 2016 akibat infeksi, meninggalkan luka mendalam sekaligus peringatan betapa gentingnya masa depan badak Kalimantan.

Tragedi itu mengingatkan pada kisah getir Iman, badak terakhir di Malaysia, yang mati pada 2019.

Sejak saat itu, harapan pelestarian spesies ini sepenuhnya berada di Indonesia, tepatnya Kalimantan Timur.

Pahu: Harapan dari Suaka Badak Kelian

Harapan baru muncul lewat Pahu, satu-satunya badak betina yang kini menghuni Suaka Badak Kelian (SBK) di Kutai Barat.

Pahu dipindahkan dari habitat aslinya pada 28 November 2018, sebagai bagian dari operasi konservasi ex-situ.

“Suaka Badak Kelian disiapkan sebagai tempat perlindungan dan pengembangbiakan. Meski saat ini belum ada pejantan, teknologi reproduksi berbantu sudah kami siapkan,” jelas Kurnia Oktavia Khairani, Direktur ALeRT, mitra BKSDA Kaltim.

Pari: Badak Betina Terisolasi di Mahakam Ulu

Selain Pahu, kini perhatian tertuju pada Pari, satu badak betina yang masih bertahan di hutan Mahakam Ulu.

Hidup sendirian di tengah ancaman deforestasi, Pari digolongkan sebagai badak doom, yakni badak terisolasi yang terancam punah bila tidak segera diselamatkan.

“Kalau Pari tidak kita translokasikan, maka keberadaannya akan sia-sia. Tahun ini kami cukup optimis Pari bisa dipindahkan ke Suaka Badak Kelian,” tambah Kurnia.

BADAK - Badak Pari, satu badak betina yang masih bertahan di hutan Mahakam Ulu/ Foto: HO to Arusbawah.co

 

Rencana pemindahan Pari melibatkan pembangunan kandang karantina dan paddock baru seluas 20 hektare.

Ia akan menjalani karantina sekitar tiga bulan sebelum bergabung dengan Pahu.

Optimisme Konservasi dari BKSDA Kaltim

Kepala BKSDA Kaltim, Ari Wibawanto, menegaskan bahwa Indonesia kini hanya memiliki dua individu badak Kalimantan: Pahu dan Pari.

Keduanya menjadi prioritas utama konservasi.

Selain fokus penyelamatan, BKSDA juga berencana melakukan eksplorasi mencari populasi lain, termasuk di wilayah Tabang, Kutai Kartanegara.

Dengan dukungan teknologi reproduksi berbantu dan kolaborasi berbagai pihak, peluang memperbanyak populasi badak Kalimantan masih terbuka.

“Pelestarian badak adalah pekerjaan besar yang hanya bisa berhasil lewat kerja kolektif. Kita perlu optimis, karena tanpa aksi nyata, badak Kalimantan bisa benar-benar hilang dari bumi,” tegas Ari. (***) 

Konten diproduksi oleh Jurnalis Peduli Satwa di Kalimantan Timur. Berkolaborasi dengan Arusbawah.co

Tag

MORE