Arus Publik

Kata Siapa Sawit Bukan Biang Banjir? Syafruddin Geram Logika Gagal di Balik Deforestasi Kaltim

DPR RI Soroti Sawit dan Banjir Berulang di Kalimantan Timur

Rabu, 17 Desember 2025 21:45

Wawancara Syafruddin anggota komisi XII DPR RI/Arusbawah.co

“Kata siapa? Sawit itu bukan penyebab banjir,” ujarnya.

Sawit itu sebelum ditanam, hutan digundulin dulu kan, pohon-pohon,” tegasnya.

“Kaltim itu sudah deforestasi,” lanjutnya.

ARUSBAWAH.CO -  Begitulah kegeraman Syafruddin saat ada yang bilang sawit tidak berkaitan dengan banjir yang berulang menghantam Kalimantan Timur.

Anggota Komisi XII DPR RI itu geram karena pernyataan tersebut, menurutnya, mengabaikan fakta lapangan dan data kerusakan lingkungan yang sudah telanjang mata.

Menurutnya, narasi yang menyebut sawit bukan penyebab banjir adalah bentuk kegagalan logika berpikir.

Politisi PKB itu menilai, proses membuka kebun sawit selalu diawali dengan pembabatan hutan.

Pria yang akrab disapa Udin itu menegaskan, tidak ada sawit yang tumbuh di hutan utuh secara alami tanpa adanya penebangan pohon lebih dulu.

“Kata siapa? Sawit itu mau nanam sawit itu kan hutan digundulin dulu. Pohon ditebang-tebang dulu, rata dulu kan gitu. Bersih dulu baru tanam sawit,” katanya saat berbincang dengan wartawan pada Senin (15/12/2025).

Ia menyebut anggapan sawit ramah lingkungan sebagai logika yang tidak masuk akal.

Hilangnya Hutan, Hilangnya Daya Serap Air

Politisi dapil Kalimantan Timur itu menjelaskan, hutan memiliki fungsi serapan air yang tidak tergantikan.

Saat pohon-pohon ditebang, kemampuan tanah menahan air hujan ikut hilang.

Air yang seharusnya terserap justru langsung mengalir ke permukiman dan sungai.

“Loh, artinya sangat jelas bahwa hutan digunduli atau pohon ditebangi, ya otomatis daerah-daerah serapan air atau pohon-pohon yang seharusnya bisa menyerap air itu tidak lagi bisa menyerap karena sudah enggak ada lagi pohon-pohonnya,” tegasnya.

 

Data Produksi Sawit, Kaltim Lima Besar Nasional

Pernyataan Syafruddin tidak berdiri di ruang kosong.

Data Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian (Pundatin) Kementerian Pertanian 2025 menunjukkan Kalimantan Timur masuk lima besar nasional produksi sawit.

Pada 2024, produksi sawit Kaltim mencapai 3,94 juta ton atau 8,31 persen dari total nasional.

Angkanya fluktuatif namun tinggi.

Tahun 2020 tercatat 3,72 juta ton, naik menjadi 3,75 juta ton pada 2021.

Produksi melonjak pada 2022 sebesar 4,10 juta ton, turun di 2023 menjadi 3,85 juta ton, lalu kembali naik pada 2024.

Posisi Kaltim di Bawah Riau dan Kalimantan Tengah

Di atas Kaltim, Riau masih memimpin dengan 9,37 juta ton pada 2024.

Kalimantan Tengah menempel ketat di posisi kedua dengan 8,47 juta ton.

Kalimantan Barat dan Sumatera Utara menyusul dengan masing-masing 5,44 juta ton dan 5,04 juta ton.

Deforestasi dan Ancaman Bencana yang Berulang

Bagi Syafruddin, angka produksi itu sejalan dengan laju pembukaan lahan.

Ia menegaskan, Kalimantan Timur sudah mengalami deforestasi serius.

Ancaman banjir, longsor, dan krisis air menurutnya akan terus berulang jika pola lama dibiarkan.

“Oh, iyalah jelas Kaltim sudah deforestasi,” katanya.

Ia meminta semua pihak, pemerintah dan masyarakat, bersatu menekan perusahaan besar agar bertanggung jawab.

Baginya, menjaga hutan Kalimantan Timur bukan pilihan, melainkan keharusan untuk mencegah bencana yang terus berulang.

"Kementerian lingkungan hidup (KLHK) juga sudah menanggapi serius apa yang saya sampaikan dan mereka setuju akan turun ke lapangan dalam waktu dekat untuk mengecek kawasan-kawasan hutan Kaltim," pungkas Syafruddin.

(wan)

 

Tag

MORE