ARUSBAWAH.CO - Beberapa waktu lalu, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menyampaikan pandangannya mengenai kondisi hutan di Benua Etam.
Rudy Mas’ud menjawan soal Kalimantan Timur tercatat sebagai provinsi dengan angka deforestasi tertinggi di Indonesia.
Namun menurutnya, kondisi itu belum bisa dikategorikan sebagai persoalan yang mengkhawatirkan.
Rudy beralasan, luasan hutan di Kalimantan Timur masih jauh lebih besar dibandingkan wilayah yang mengalami penggundulan.
“Kalau dibilang ada kerusakan lingkungan, iya. Tapi kalau dibandingkan dengan total luas hutannya, angkanya sangat kecil, sekitar nol koma sekian persen,” ujar Rudy kepada wartawan pada, selasa (9/12/2025) lalu.
DPR RI Beri Respon soal Pernyataan Gubernur Kaltim
Pernyataan Gubernur itu turut mendapat tanggapan dari anggota DPR RI daerah pemilihan (Dapil) Kalimantan Timur, Syafruddin.
Syafruddin menyayangkan sikap gubernur yang dinilainya kurang tepat dalam merespons isu lingkungan.
Menurut Syafruddin, sekalipun tingkat deforestasi belum masif, pemerintah seharusnya lebih fokus pada langkah pencegahan agar kerusakan tidak berujung pada bencana.
“Sebagai pemerintah, mestinya tidak berbicara seperti itu. Pemerintah harus memastikan hutan Kalimantan Timur tidak terus ditebang dan digunduli,” katanya saat ditemui di awak media di sebuah kedai kopi di Samarinda pada , Senin (15/12/2025).
DPR RI Tegaskan Investasi Harus Taat Regulasi
Meski demikian, pria yang akrab disapa Udin itu menegaskan dirinya tidak menolak investasi.
Anggota Komisi XII itu menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan dan regulasi agar kelestarian hutan tetap terjaga.
Ia mengingatkan bahwa anggapan hutan Kalimantan Timur masih luas dan utuh tidak boleh dijadikan alasan untuk mengendurkan pengawasan.
“Pertanyaannya, sampai kapan kondisi ini bisa kita pertahankan?” ujarnya.
Tag



