Ia menilai sektor properti memiliki kompleksitas tinggi, sehingga Perumda perlu menggandeng pihak yang benar-benar berpengalaman.
“Karena ini sektor baru bagi Perumda, maka kolaborasi harus benar-benar selektif. Jangan sampai justru menimbulkan risiko di kemudian hari,” tegasnya.
Ia mendorong agar kerja sama dengan investor, perbankan, maupun pengembang dilakukan secara transparan dan profesional, termasuk dalam skema pembagian keuntungan.
Tekankan Tata Kelola dan Kesehatan Keuangan
Selain itu, Helmi juga mengingatkan agar ekspansi ini tidak mengganggu kesehatan keuangan perusahaan daerah.
Menurutnya, meskipun Perumda memiliki fungsi pelayanan publik, prinsip bisnis tetap harus dijaga agar perusahaan bisa terus berjalan dalam jangka panjang.
“Jangan sampai niat baik membantu masyarakat malah membebani perusahaan. Harus ada keseimbangan antara fungsi sosial dan keberlanjutan bisnis,” katanya.




