ARUSBAWAH.CO - Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat lonjakan prestasi yang signifikan dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) dan Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ) tingkat nasional maupun internasional dalam tiga tahun terakhir.
Data Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kaltim menunjukkan, periode 2024 hingga Juni 2026 menjadi fase paling produktif dalam sejarah prestasi qari dan qariah Benua Etam.
Jika ditotal, Kaltim berhasil mengumpulkan 90 prestasi nasional dan internasional hanya dalam kurun tiga tahun terakhir.
Jumlah tersebut terdiri dari 71 prestasi tingkat nasional dan 19 prestasi tingkat internasional.
Sebelum 2024, Prestasi Kaltim Umumnya Hanya 1 hingga 3 Penghargaan per Tahun
Berdasarkan data Sekretariat LPTQ Kaltim per Juni 2026, capaian prestasi MTQ dan STQ tingkat nasional sejak 1976 hingga 2023 relatif stabil di angka satu hingga tiga prestasi setiap tahun.
Pencapaian tertinggi sebelum 2024 terjadi pada tahun 2010 dengan raihan lima prestasi nasional.
Namun tren itu berubah drastis dalam dua tahun terakhir.
Pada MTQ Nasional XXX Tahun 2024 di Samarinda, Kaltim mencatat lonjakan besar dengan meraih 51 prestasi nasional dalam satu tahun.
Capaian tersebut kemudian disusul 20 prestasi nasional pada 2025.
Ketua LPTQ Kaltim, Sri Wahyuni, mengatakan capaian itu menjadi tonggak penting dalam sejarah pembinaan tilawah Al-Qur'an di Kaltim.
"Tahun 1976 hingga 2023, kita baru kumpulkan 45 prestasi. Alhamdulillah, tahun 2024 kita bisa raih 51 prestasi dan 2025 berhasil lagi 20 prestasi. Total 116 prestasi sudah kita raih," kata Sri Wahyuni dalam keterangan resmi diterima redaksi Arusbawah.co, Senin (22/06/2026).
Prestasi Internasional Juga Melonjak
Tidak hanya di level nasional, prestasi qari dan qariah Kaltim di panggung internasional juga menunjukkan tren peningkatan yang signifikan.
Sejak 1976 hingga Juni 2026, Kaltim tercatat mengoleksi 34 prestasi internasional.
Menariknya, lebih dari separuh capaian terbaru tersebut terjadi dalam tiga tahun terakhir.
Pada 2024, Kaltim meraih 4 prestasi internasional.
Jumlah itu meningkat hampir tiga kali lipat menjadi 11 prestasi internasional pada 2025.
Sementara hingga Juni 2026, qari dan qariah Kaltim sudah mengoleksi 4 prestasi internasional.
Dengan demikian, total prestasi internasional yang diraih selama periode 2024 hingga Juni 2026 mencapai 19 penghargaan.
Dalam 3 Tahun, Kaltim Kumpulkan 90 Prestasi
Jika digabungkan, prestasi nasional dan internasional yang diraih Kaltim selama tiga tahun terakhir mencapai 90 prestasi.
Rinciannya:
- Tahun 2024: 51 prestasi nasional + 4 prestasi internasional = 55 prestasi
- Tahun 2025: 20 prestasi nasional + 11 prestasi internasional = 31 prestasi
- Tahun 2026 (hingga Juni): 4 prestasi internasional = 4 prestasi
Total: 90 prestasi
Angka tersebut menjadi salah satu capaian tertinggi sepanjang sejarah pembinaan MTQ dan STQ di Kalimantan Timur.
Pembinaan Dikejar untuk Berkelanjutan
Sri Wahyuni mengungkapkan berbagai capaian tersebut tidak hadir secara instan.
Menurutnya, keberhasilan Kaltim lahir dari proses pembinaan yang dilakukan secara serius, terstruktur dan berkelanjutan.
Ia juga menilai keberhasilan itu merupakan hasil kerja bersama para qari, qariah, pelatih, ofisial hingga seluruh pengurus LPTQ di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota.
"Tak kalah penting juga kolaborasi dan sinergi yang baik dari seluruh jajaran LPTQ di provinsi dan kabupaten/kota," tegas Sri Wahyuni yang juga menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim.
Kaltim Juara Umum MTQ Nasional dan STQH Nasional
Prestasi terbesar Kaltim dalam beberapa tahun terakhir terjadi saat menjadi Juara Umum MTQ Nasional XXX Tahun 2024 yang digelar di Samarinda.
Kesuksesan tersebut berlanjut pada STQH Nasional XXVIII Tahun 2025 di Kendari, Sulawesi Tenggara, ketika Kafilah Kaltim kembali tampil sebagai juara.
Sri Wahyuni menyebut salah satu strategi yang diterapkan adalah memperluas pembinaan tidak hanya kepada qari dan qariah yang berada di dalam daerah.
Mahasiswa asal Kaltim yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri juga ikut dilibatkan dalam proses pembinaan.
"Kuncinya, pembinaan masif dan berkesinambungan. Bukan hanya qari dan qariah dari dalam daerah, tapi mahasiswa Kaltim yang sedang studi di luar negeri pun kita libatkan," ungkapnya. (red)




