ARUSBAWAH.CO - Sejak kecil, Muhammad Risky Raihan telah tumbuh bersama Al-Qur’an.
Didikan orang tua yang tegas, kehidupan di pesantren, serta pengalaman mengikuti berbagai lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) membentuk perjalanan pemuda asal Kalimantan Timur ini hingga dikenal sebagai salah satu qari muda berprestasi.
Perjalanan panjangnya di dunia tilawah akhirnya mengantarkannya dipercaya menjadi muazin di Masjid Negara IKN pada Ramadan 2026.
Kesempatan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi Risky untuk mengabdikan kemampuan yang telah ia tekuni sejak kecil.
Bagi Risky, perjalanan itu dimulai dari hal kecil, yakni terbiasa mengaji di rumah sejak kecil.
Lingkungan keluarga yang menempatkan Al-Qur’an sebagai prioritas utama membuatnya terbiasa mendengar dan melantunkan ayat-ayat suci setiap hari.
Lomba Azan Jadi Pembuka Jalan
Perjalanan Risky di dunia tilawah bermula ketika ia masih duduk di bangku sekolah dasar.
Lomba pertama yang ia ikuti bukanlah MTQ, melainkan lomba azan.
Ia mengingat dengan jelas pengalaman pertamanya mengikuti kompetisi tersebut ketika masih sangat kecil.
“Untuk lomba-lomba sebelum saya ikut MTQ ini, lomba azan. Itu paling pertama kali saya ikut itu lomba azan,” tuturnya saat ditemui redaksi Arusbawah.co di Masjid Negara, IKN, Sabtu (7/3/2026).
Saat itu usianya masih sekitar kelas tiga sekolah dasar.
“Yang pertama kali saya ikut itu 2013. Kelas 3 SD,” katanya.
Dari pengalaman tersebut, Risky mulai terbiasa tampil di depan banyak orang.
Perlahan, ia kemudian mulai mengikuti lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).
Cabang pertama yang ia ikuti adalah tilawah satu juz di tingkat kecamatan di Samarinda.
Meski aktif mengikuti lomba, Risky mengaku kerap merasa pesimis setiap kali bertanding.
Ia bahkan sering berpikir bahwa dirinya tidak akan meraih juara.
“Saya naik ke tingkat kota. Saya bilang, ini mungkin sampai sini aja. Nggak bakal juara,” kenangnya.
Namun hasil yang didapat justru sering kali di luar perkiraannya.
Ia berhasil meraih juara pertama di tingkat kota dan melanjutkan ke tingkat provinsi.
“Di provinsi saya bilang, kayaknya ini nggak bakal juara. Eh akhirnya masuk final, juara dua,” ujarnya.
Mengumpulkan Prestasi di MTQ
Seiring berjalannya waktu, kemampuan tilawah Risky terus berkembang. Ia mulai mengikuti berbagai cabang lomba dengan tingkat hafalan yang lebih tinggi.
Di tingkat provinsi Kalimantan Timur, Risky pernah meraih sejumlah prestasi di berbagai cabang tilawah.
Tag



