Geopark Sangkulirang-Mangkalihat yang berada di Kabupaten Kutai Timur dan Berau dikenal sebagai salah satu kawasan karst tropis terbesar di Asia Tenggara.
Kawasan ini menyimpan ratusan gua prasejarah dengan lukisan cadas yang diperkirakan berusia puluhan ribu tahun, keanekaragaman hayati yang tinggi, serta bentang alam karst yang menjadi habitat berbagai flora dan fauna endemik Kalimantan.
Potensi geologi, budaya, dan biodiversitas itulah yang menjadi modal utama Kalimantan Timur untuk mengejar pengakuan UNESCO.
Indonesia Kini Miliki 12 UNESCO Global Geopark
Hingga saat ini, Indonesia telah memiliki 12 UNESCO Global Geopark, yakni:
- Batur (Bali)
- Gunung Sewu
- Rinjani-Lombok
- Ciletuh-Palabuhanratu
- Toba Caldera
- Belitong
- Raja Ampat
- Maros Pangkep
- Merangin Jambi
- Ijen
- Kebumen
- Meratus
Dari seluruh daftar tersebut, Meratus menjadi satu-satunya geopark di Pulau Kalimantan yang telah diakui UNESCO.
Karena itu, keberhasilan Sangkulirang-Mangkalihat nantinya tidak hanya menjadi sejarah bagi Kalimantan Timur, tetapi juga memperkuat posisi Pulau Kalimantan sebagai kawasan yang memiliki warisan geologi kelas dunia.
Pemprov Kalimantan Timur berharap proses verifikasi nasional menjadi pijakan penting menuju pengakuan UNESCO.
Selain meningkatkan citra daerah di tingkat internasional, status UNESCO Global Geopark diyakini mampu mendorong pertumbuhan pariwisata berbasis konservasi, membuka peluang ekonomi masyarakat lokal, serta memperkuat upaya pelestarian warisan geologi, alam, dan budaya bagi generasi mendatang. (pra)
- Syarifatul Sya'diah Sebut Berau Tak Cuma Derawan, Sangkulirang-Mangkalihat Punya Gua Tapak Tangan Purba dan Puncak Ketepu
- Firnadi Ikhsan Sebut Geopark Sangkulirang-Mangkalihat Jadi Investasi Masa Depan Kaltim, Bidik Pengakuan UNESCO
- Deretan Anggota DPRD Kaltim Lulusan S2, Banyak yang Sabet Gelar Magister di Karang Paci
Tag




