Hasil verifikasi nantinya akan menjadi bahan evaluasi lintas kementerian sebelum kawasan tersebut melangkah ke tahapan berikutnya.
Belajar dari Keberhasilan Meratus
Ketua Tim Kerja Warisan Geologi dan Geopark Pusat Survei Geologi Badan Geologi Kementerian ESDM, Aries Kusworo, mengatakan proses verifikasi juga menjadi ruang evaluasi agar tata kelola geopark semakin baik.
Menurutnya, Indonesia telah memiliki sejumlah kawasan yang berhasil memperoleh pengakuan UNESCO Global Geopark.
Di Pulau Kalimantan sendiri, baru Meratus UNESCO Global Geopark di Kalimantan Selatan yang berhasil memperoleh status tersebut pada 2025.
"Geopark Meratus sudah berhasil masuk dalam jaringan UNESCO. Harapannya, dalam beberapa tahun mendatang Geopark Sangkulirang-Mangkalihat juga dapat menyusul dan memperoleh pengakuan yang sama," ujar Aries.
- Biro Kesra Buka Data Verifikasi Gratispol, Tiga Mahasiswa Pelapor Ditolak Sistem karena Usia Tak Sesuai Pergub 24/2025
- Kenapa Nama Mahasiswa Muncul Lalu Hilang dari Gratispol? Pemprov Kaltim Jelaskan Perbedaan Usulan Kampus, Verifikasi Sistem, dan SK Gubernur
- Dari Sangatta hingga Berau, Ini Deretan Perusahaan Tambang Batu Bara yang Beroperasi di Kalimantan Timur
Tim Tinjau Geosite Hingga Pelibatan Masyarakat
Selama proses verifikasi berlangsung, tim akan mengunjungi berbagai geosite yang berada di kawasan Sangkulirang-Mangkalihat.
Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi kawasan, sistem pengelolaan, pelibatan masyarakat lokal, hingga upaya konservasi yang telah berjalan.
Aspek-aspek tersebut menjadi bagian penting dalam penilaian geopark karena UNESCO tidak hanya menilai kekayaan geologi, tetapi juga bagaimana kawasan dikelola secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.




