ARUSBAWAH.CO - Upaya Kalimantan Timur (Kaltim) menuju swasembada pangan dibayangi penyusutan lahan sawah produktif.
Data Dinas Pertanian Kaltim 2026, menunjukkan 5.717,67 hektare lahan baku sawah telah beralih fungsi, dengan sekitar 75 persen di antaranya berada di Kabupaten Paser.
Kondisi itu muncul ketika pemerintah daerah justru sedang mengejar peningkatan produksi beras hingga 100 persen pada akhir 2026.
Persoalan itu muncul dalam Rapat Koordinasi Swasembada Pangan yang digelar di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Jalan Gajah Mada, Samarinda, Senin (6/7/2026).
Rapat dihadiri pemerintah kabupaten dan kota, Bulog, TNI, serta jajaran Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura.
Data yang dipaparkan menunjukkan tantangan swasembada pangan bukan hanya soal meningkatkan produksi, tetapi juga mempertahankan sawah yang masih tersisa.
Luas Baku Sawah Kaltim Menyusut, Paser Jadi Daerah Paling Terdampak
Secara keseluruhan, Kaltim memiliki 46.640 hektare Luas Baku Sawah (LBS).
Dari jumlah itu, 31.100,26 hektare masih tergolong lahan produktif.
Namun, 5.717,67 hektare sudah berubah fungsi menjadi penggunaan lain.
Kabupaten Paser menjadi daerah dengan tekanan paling besar.
Dari total 11.172 hektare lahan baku sawah yang dimiliki, sebanyak 4.274,68 hektare telah beralih fungsi.
Angka itu menyumbang sekitar 75 persen dari seluruh alih fungsi lahan sawah di Kaltim.
Selain itu, masih terdapat 1.041,84 hektare lahan nonproduktif atau bera berat.
Artinya, lahan sawah yang benar-benar masih produktif di Paser tinggal 5.855,48 hektare.
Di sisi lain, Kutai Kartanegara masih menjadi lumbung padi terbesar di Kaltim.
Kabupaten ini memiliki 17.462 hektare lahan baku sawah dengan 13.409,40 hektare di antaranya masih produktif.
Kontribusinya mencapai sekitar 43 persen dari total lahan sawah produktif di 10 kabupaten dan kota.
Posisi berikutnya ditempati Penajam Paser Utara yang memiliki 6.553,20 hektare sawah produktif dari total 7.508 hektare lahan baku sawah.
Luas Tanam Sawah di Kalimantan Timur Turun pada Semester Pertama 2026
Sementara itu, data perbandingan luas tanam Januari-Juni menunjukkan tren penurunan hampir di seluruh daerah.
Tag



